oleh

PPNI Bagikan 1.000 Masker Untuk Relawan dan Warga Sekitar Lokasi Kebakaran

SUMEDANG – Kebakaran yang melanda kawasan hutan Gunung Tampomas, berpotensi mengganggu kesehatan warga Desa Padasari Kecamatan Cimalaka. Wilayah tersebut, dinilai paling berpotensi terdampak asap kebakaran, karena sangat dekat dengan lokasi kebakaran.

Komunitas Nurse Group Touring (NGT) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sumedang, membagikan masker kepada warga Desa Padasari, Kamis (24/10).

“Kalau kita amati ada dua wilayah yang paling dekat dengan kebakaran, yakni di sini  (Padasari) dan Desa Mandalaherang (Kecamatan Cimalaka). Namun yang paling besar potensi dampaknya di wilayah Desa Padasari,” kata Sekretaris PPNI Kabupaten Sumedang, Suprianto kepada awak media.

Sebanyak 1.000 pcs masker, dibagikan kepada warga. Selain warga, masker juga diberikan kepada petugas gabungan dan relawan yang terjun langsung memadamkan api.

“Masker ini kita bagikan untuk menghindari paparan asap kepada warga serta para relawan. Sebab, jika terpapar beresiko mengganggu kesehatan, terutama pada saluran pernafasan,” ujarnya.

Dia menggambarkan, sempat ada seorang relawan yang harus mendapat penangan medis akibat terpapar asap kebakaran. Namun, kejadian itu sudah tertangani pihak puskesmas setempat. “Kita berjaga-jaga kalau ada dampak langsung dari asap kebakaran,” ucapnya.

Dikatakan, puluhan relawan dari PPNI Sumedang, disiagakan juga di Posko Kebakaran Gunung Tampomas di Desa Padasari. Rencananya, mereka akan menetap di posko selama tiga hari kedepan. “Di hari keempat kita akan survei kesehatan warga,” tuturnya.

Salah seorang warga Dusun Mulyasari Desa Padasari, mengaku bahwa asap dari kebakaran sudah dirasakan. Warga pun berharap, api dapat segera padam. “Bau asapnya sudah tercium, tapi memang belum begitu pekat, baru sebatas terasa baunya saja,” katanya.

Dia menuturkan, jika dibiarkan, kemungkinan asap akan semakin tebal dan mengganggu warga. “Makanya, kami berharap dan berupaya supaya api padam,” jelasnya. (atp)

Baca Juga  Diskusi FKPS: Kaget, Dua Perempuan Minta Dipersunting Berbarengan (Bag 2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed