PPS Temukan Dukungan Fiktif

Peliput/Editor: IMAN NURMAN/SUMEKS

PPS Temukan Dukungan Fiktif

VERIFIKASI FAKTUAL: Petugas PPS Desa Cipacing melakukan verifikasi faktual KTP dukungan calon perseorangan.

Di Wilayah Barat, ZA-Akur Terbanyak Lolos Seleksi

JATINANGOR – Tahapan verifikasi faktual KTP dukungan bagi calon perseorangan bupati dan wakil bupati Sumedang masih dalam proses pengecekan. Namun demikian, petugas di lapangan mengaku, banyak menemukan dukungan KTP bodong. Yakni, pemilik KTP tidak merasa memberikan kepada pasangan bakal calon.

Bahkan, di antara warga yang diklaim KTP-nya, justru mengaku tidak kenal dengan pasangan balon bupati.

Di Desa Cibeusi Kecamatan Jatinangor misalnya. Di wilayah ini, kebanyakan warga yang foto kopi KTP-nya mendukung salah satu pasangan balon, adalah warga yang terkena pembebasan lahan untuk Tol Cisumdawu. Mereka, tersebar di wilayah RW 1 dan RW 02.

Ketua PPS Desa Cibeusi Kecamatan Jatinangor Juhana mengatakan, jumlah dukungan fiktif ini, lebih dari 100 lembar KTP.

“Hasil verifikasi sementara, banyak warga yang tidak mendukung salah satu balon. Bahkan, mereka heran kenapa KTP-nya bisa sampai ke PPS. Kami juga sulitnya cari penghubung atau koordinator desanya,” kata Juhana kepada Sumeks.

Hal yang sama terjadi juga di PPS Desa Cipacing. Namun demikian, di wilayah ini tidak terlalu banyak. Hasil verifikasi sementara, dukungan yang lolos seleksi administrasi diperoleh pasangan Zaenal Alimin-Akur, yakni sebanyak 1.428. Sementara Setya Widodo-Sonia 77, dan Ecek Karyana 99 KTP dukungan.

Sekretariat PPS Cipacing Gugun Gunawan mengatakan, sampai saat ini belum ada yang melapor tim sukses atau tim penghubung untuk pasangan Ecek Tatang dan Setya Sonia. Kecuali tim pasangan ZA-Akur yang inten berkoordinasi.

Sementara itu, di PPS Cikeruh, dukungan KTP untuk ZA-Akur sebanyak 164 yang sudah diverifikasi 98. Kemudian Ecek-Tatang sebanyak 89 yang sudah diverifikasi berjumlah 16 orang.

“Di Cikeruh tak ada dukungan untuk pasangan perseorangan Setya Widodo Sonia,” tandasnya.

Menanggapi permasalahan KTP fiktif, bakal calon bupati perseorangan Kompol (purn) Setya Widodo merasa tidak benar. Sebab, pihaknya mendapat KTP, mayoritas diantar langsung oleh masyarakat yang sepenuhnya mendukung.

Akan tetapi, kalau pun ada beberapa dukungannya yang bertabrakan dengan kandidat lainnya, Widodo menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat, untuk memilih kandidat yang dikehendakinya.

“Karena jumlahnya banyak, saya sendiri sampai tidak mengenali satu persatu mereka yang menyerahkan KTP. Terkait dengan ditemukannya dukungan ganda, ya kami serahkan kepada masyarakat itu sendiri, apabila mendukung saya, kami ucapkan terimakasih. Bagi yang tidak, itu merupakan hak masyarakat itu sendiri,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Widodo, bilamana ternyata ada dukungannya yang bermasalah, pihaknya akan sepenuhnya mempercayakan kepada KPU sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang ada.

Sementara itu, bakal calon lain dari perseorangan, Ecek Karyana mengatakan, persoalan tersebut harus dikembalikan pada regulasi di KPU Sumedang. Pihaknya menyerahkan dan percaya sepenuhnya kepada KPU Sumedang.

Terkait dirinya, Ecek mengaku mempunyai tim sukses yang mendukung sepenuhnya. “Saya mempunyai tim yang mencari dukungan di masyarakat. Tim itu sendiri bertugas untuk mencari dukungan,” tandasnya. (imn/bay/atp)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.