Prediksi, Partai Golkar Pecah

Peliput/Editor: ENGKOS KOSWARA/SUMEKS

Prediksi, Partai Golkar Pecah

DITEMUI: Ketua Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Forum Rakyat Bersatu Untuk Keadilan (Forrbeka), Sitam Rasyid.

JATINANGOR – Menjelang pemilihan gubernur dan bupati di Jawa Barat, banyak kader partai yang diduga tidak direkom oleh partainya sendiri. Bahkan, salah satu partai besar yaitu Partai Golongan Karya (Golkar) malah berada di persimpangan jalan.

Salah satu kadernya, Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi berada diujung tanduk dalam Pilkada Jabar. DPP Golkar membuat ketidakpastian diakar rumput dan kemungkinan pecah. Karena, dukungan untuk Dedi Mulyadi sangat fanatik.

“Sepertinya Golkar gagal membentuk kaderisasi. Buktinya, partai berlambang pohon beringin itu justru berlawanan arah malah mendukung Ridwan Kamil yang bukan kader Golkar untuk Jabar satu,” kata Ketua Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Forum Rakyat Bersatu Untuk Keadilan (Forrbeka), Sitam Rasyid kepada Sumeks, kemarin (1/11).

Artinya, kata Sitam, Golkar gagal dalam kaderisasi. Untuk Sumedang juga hanya menempatkan ketua DPD Golkar Sumedang jadi Sumedang dua. Padahal, kursi Golkar pemenang ke 2 di legislatif Kabupaten Sumedang.

Menurutnya, Partai Golkar di jaman ini sangat riskan dalam mencari pemimpin di pilkada tahun depan. Golkar Sumedang betul-betul harus kerja ekstra bekerja keras dalam merebut kemenangan di pilkada.

“Oleh karenanya, lawan-lawannya juga sangat berat. Di sana ada Zaenal Alimin serta ada Doni Ahmad Munir yang hasil sementara survei sangat bagus,” kata Sitam.

Meskipun begitu, kata dia, masih bisa berubah karena urusan politik sangat cair dan bisa berubah dengan hitungan hari. “Semoga saja pilkada nanti menjadi sejarah bagi Sumedang sesudah ditinggal oleh Haji Endang Sukandar (HES) alamarhum,”ungkapnya. (kos)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.