oleh

Proyek Gagal, 540 Ha Sawah Jadi Korban

KOTA – Dua proyek besar di Kabupaten Sumedang, dinilai mubazir. Yakni, pembangnan jembatan Cimanintin dan Irigasi Nagrog. Dua proyek tersebut, memang sudah beres dari segi pengerjaan. Namun segi pemanfaatan kedua proyek tersebut, yang belum bisa bermanfaat masyarakat.

“Padahal, masyarakat sendiri sangat berharap dengan adanya pembangunan Irigasi Nagrog di Dusun Cipari, Desa Sukamaju, Kecamatan Rancakalong, pengairan untuk sawah akan lancar,” ujar anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sumedang, Yogie Yaman Sentosa ketika diwawancara Sumeks di lokasi Irigasi Nagrog, kemarin.

Sebab itu, Yogie menilai, ada kesalahan dari segi teknis dalam pengerjaan. Tidak sesuai dengan DED (Detail Engineering Design). Studi kelayakan yang disebutkan menghabiskan dana sekitar Rp 500 juta saja, ternyata pengerjaannya tetap saja tidak sesuai.

“Tujuan dibangunnya irigasi ini untuk mengairi sawah seluas 540 hektar yang terdiri dari tiga Kecamatan dan enam Desa. Seperti Desa Margamukti, Desa Mekarjaya, Desa Cipanas, Desa Jatimulya, Desa Talun dan Desa Sukamaju,” timpal Kepala Desa Mekarjaya, Dudung Suryana, yang turut hadir di lokasi tersebut.

Dudung menuturkan, pembangunan irigasi tersebut tidak sesuai dengan tahap-tahap pembangunan yang telah ditentukan sebelumnya. “Awalnya, tahap pertama harusnya penguatan struktur tanah dengan memasang paku bumi. Tapi ini tidak sesuai, dan bahkan dalam DED saja tidak ada pemasangan peralon. Ini dibangun oleh satu pemenang tender, tapi pelaksanaanya dilakukan oleh tiga CV yang pengerjaannya tanpa ada koordinasi yang jelas,” ujar Dudung.

Dengan adanya kejadian tersebut, pihak desa berharap pemerintah dapat segera memperbaiki irigasi itu. “Kami berharap ingin segera diperbaiki, karena program pemerintah untuk mencetak sawah baru itu sudah jelas. Namun, kenyataanya saat ini sawah yang lama juga malah dibiarkan begitu saja. Bahkan sudah ada yang dijadikan kebun,” tuturnya menambahkan. (bay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed