oleh

PSBB Jawa Barat Diharapkan Efektif

Bila Diperpanjang, Rusak Ekonomi dan Kesehatan

SUMEDANGEKSPRES.COM – Fungsionaris Partai Gelora Indonesia Jawa Barat, Ermi Triaji berharap, dengan akan diberlakukan PSBB di seluruh wilayah Jawa Barat, dapat berjalan efektif sesuai rencana. Tentunya, tujuan yang diinginkan bersama, yaitu memutus rantai penyebaran Covid-19, hingga tidak ada lagi penambahan terpapar positif Korona.

“Dengan PSBB ini, sebenarnya banyak pihak yang ‘dirugikan’. Kegiatan ekonomi warga terganggu karena toko-toko tutup atau dibatasi jam bukanya, aktivitas perdagangan menurun. Imbasnya ke warga, mereka tidak punya pemasukan atau berkurang pendapatannya,” ujar Ermi kepada Sumedang Ekspres di kediamannya, Senin (4/5).

Makanya, kata Ermi, PSBB harus bisa berjalan efektif sesuai aturan-aturan pembatasan. Kalau dibandingkan dua kondisi diberlakukannya PSBB dalam waktu 14 hari.

Misal, kondisi pertama berjalan sesuai rencana, warga disiplin melakukan pembatasan, pemerintah melakukan pengawasan dan penegakan hukum serta memberikan bantuan bagi yang terdampak PSBB ini.

“Maka ketika masa PSBB berakhir dalam 14 hari, selanjutnya semua bisa berjalan normal lagi, bisa melakukan aktivitas ekonomi lagi, punya pendapatan lagi,” terangnya.

Tapi, lanjut Ermi, jika kondisi kedua PSBB diberlakukan namun masyarakat tidak disiplin serta pemerintah juga lalai, akan merugi semua dalam jangka panjang. Sebab, pembatasan tidak efektif mencegah penularan.

“Bisa jadi PSBB diperpanjang, maka keadaan akan semakin memburuk dalam dua aspek. Yaitu, aspek kesehatan ditandai dengan orang terpapar Covid-19 makin banyak dan aspek ekonomi yaitu semakin banyak orang tak punya penghasilan karena aktivitas ekonominya terganggu oleh PSBB,” jelasnya.

Dikatakan Ermi, maka mending disiplin dalam 14 hari dengan tidak melakukan aktivitas keramaian sesuai aturan-aturan pembatasan tapi nampak hasilnya.

“Daripada tak disiplin dan membuat PSBB ini diperpanjang hingga semakin tak menentu aktivitas ekonomi dan sosial kita, ngayayay’,” tandasnya.

Ermi pun mengajak semua unsur masyarakat untuk disiplin, agar PSBB ini tak diperpanjang dan membuat kondisi tak menentu. Jika pun harus keluar rumah dan melakukan aktivitas, lakukan dengan prosedur dan cara yang sesuai standar kesehatan yang disarankan pemerintah dàn aturàn pembatasan.

Ermi melanjutkan, selain fokus dalam melaksanakan PSBB dengan disiplin diri, yang perlu diperhatikan dalam PSBB ini adalah Ketahanan sosial dalam diri, rasa senasib sepenanggungan, rasa empati, saling peduli dan memperhatikan diantara orang-orang terdekat.

“Jangan sampai ada teman, saudara kita yang tidak makan atau kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok. Saya mendapati beberapa kasus ada KK yang sudah tidak punya bahan lagi untuk dimasak. Solidaritas untuk saling berbagi adalah hal yang mesti kita kembangkan dan budayakan lagi. Dikarenakan Pandemi Covid-19 tak hanya persoalan kesehatan tapi juga persoalan ekonomi dan sosial.Kuncinya di kita semua. Semoga kondisi pandemi ini cepat berakhir,” tukasnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed