oleh

PT Sagara Purnama Klaim Tidak  Menyalahi Aturan

SUMEDANGEKSPRES.COM – Menanggapi pemberitaan hari kemarin, Rabu, 1 April 2020, bahwa benar telah terjadi aksi protes warga sekitar. Direktur  PT Sagara Purnama, Iwa Wahyudin mengklarifikasi kejadian tersebut.

“Sejak pertengahan bulan Maret 2020, kami telah menghentikan proses produksi untuk sediaan kosmetik lain. Kami hanya mengkhususkan diri untuk memproduksi Hand Sanitizer,” katanya kepada Sumeks melalui aplikasi WhatsApp, Kamis (2/4).

Bahkan menurutnya,  hal itu sudah sejalan dengan instruksi Badan POM dengan Surat Nomor B-HM.03.03.23.231.03.20.102, tanggal 24 Maret 2020, tentang Kerjasama Pengabdian Masyarakat (community Service) dalam rangka penanganan virus corona (covid -19).

“Pada intinya, meminta kepada industri kosmetik di Indonesia (melalui PERKOSMI/Perhimpunan Pengusaha Kosmetik Indonesia) untuk melakukan percepatan penyediaan produk-produk penanganan covid-19, yang diantaranya berupa Hand Sanitizer,” tutur Iwa.

Diakuinya, dalam melakukan aktifitas produksi, pihaknya senantiasa memperhatikan Surat Edaran Bupati Sumedang Nomor 443/1958/Kesra tanggal 23 Maret 2020, yang diperkuat dengan Surat Edaran Bupati Sumedang Nomor : 443/2060/Kesra, tanggal 31 Maret 2020.

“Yang pada salah satu pointnya menyatakan, bahwa bagi perusahaan yang tidak bisa menghentikan secara total operasional produksinya, diminta untuk mengurangi kegiatan tersebut sampai batas minimal  (jumlah karyawan, waktu kegiatan, dan fasilitas operasional),” ucapnya.

Bahkan Iwa menyebutkan, pihaknya telah mengirim surat perihal permohonan dukungan produksi Hand Sanitizer dalam rangka pencegahan penyebaran corona virus disease (covid-19) kepada Bapak Bupati Sumedang Nomor : 03/SP/III/2020 Tanggal : 26 Maret 2020.

“Itu langsung ditindaklanjuti oleh Bapak Bupati Sumedang dengan menginstruksikan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang melalui Puskesmas Kecamatan Conggeang, untuk melakukan inspeksi ke pabrik kami pada tanggal 28 Maret 2020 dengan hasil memenuhi syarat,” katanya.

Tidak sampai disitu, pihaknya pun mengaku sudah melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan, terutama kepada warga dan lingkungan terdekat pabrik PT. Sagara Purnama.

“Kita lakukan tanggung jawab melalui pemberian cuma-cuma Hand sanitizer produk kami serta penyemprotan lingkungan warga sekitar dengan Cairan disinfektan,” ungkapnya.

Sementara  hasil dari produksi Hand Sanitizer itu, telah  distibusikan ke seluruh Indonesia dalam bentuk CSR (corporate social responsibility), baik untuk warga masyarakat, pesantren dan rumah sakit di Kabupaten Sumedang maupun diluar.

“Kami juga melayani pemesanan dari Apotek-apotek, klinik, rumah sakit, BUMN dan lainnya, baik sekitar Kabupaten Sumedang maupun diluar,” tuturnya.

Dia menegaskan, tidak ada yang menyalahi dari aktifitas produksi Hand Sanitizer yang dilakukan PT Sagara Purnama.

“Sebaliknya kami sangat mendukung program pemerintah dalam upaya penanggulangan penyebaran corona virus disease (covid-19), demi kemaslahatan bersama, jadi tidak benar kalau ada pendapat kami tidak mendukung program pemerintah,” tuturnya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed