Puluhan Korban Masih Dicari, Jatigede Target Pencarian Mayat

WADO – Pasca banjir bandang yang menimpa tujuh kecamatan di Kabupaten Garut, mengakibatkan puluhan mayat yang terbawa arus Cimanuk berlabuh di Jatigede. Sehingga, genangan air Waduk Jatigede yang berada di Wilayah Kecamatan Wado jadi tempat transit mayat.

Tak hanya mayat, bendungan itu menjadi tempat penampungan sampah-sampah dari air kiriman Sungai Cimanuk. Alhasil, bendungan yang masih dipermasalahkan masyarakat setempat itu jadi tempat penampungan sampah seperti habis tsunami.

Salah satu aparatur Desa Wado, Rika yang ikut terlibat dalam penanganan atau evakuasi mayat-mayat korban banjir bandang Garut, menyebutkan bahwa pihak desa juga dilibatkan dalam proses penangan pencarian mayat-mayat korban banjir bandang dari Garut yang terseret ke wilayah genangan waduk Jatigede hamparan Desa Wado.

Dari mulai bencana banjir bandang Garut, Rabu (21/09) lalu sampai saat ini, Senin (26/09) mayat yang diduga kuat dari bencana tersebut sudah ada 6 yang ditemukan di wilayah Kecamatan Wado.

Seperti penemuan sosok mayat perempuan kembali terjadi. Mayat ditemukan di hamparan wilayah Desa Wado, blok Karehol yang ditemukan oleh salah satu warga setempat, Entis pada pukul 08:30. Mayat langsung di evakuasi oleh Tim sar Gabungan sekitar pukul 09:00 dan mayat langsung di antarkan ke Garut.

“Seperti saat ini mayat yang diduga masih berasal dari Garut kembali ditemukan. Peristiwa saat ini harus jadi cermin bagi pemerintah untuk kedepannya agar menyediakan segala sesuatunya di wilayah Wado dan besisir wilayah Genangan harus ada posko tim SAR yang dilengkapi oleh perlengkapannya,” ucapnya.

Dia menilai, seharusnya Desa Wado sudah memiliki posko tanggap darurat SAR.  “Wado ini jadi wilayah terdepan di wilayah genangan. Jadi setiap sampah dan apapun yang terbawa arus akan berhenti di hamparan wilayah Wado, begitu juga dengan mayat,” ucapnya.

Rika berharap, pemerintah bisa menyediakan posko yang lengkap dengan peralatan untuk evakuasi mayat dan peralatan untuk menolong orang saat ada yang tenggelam. Sebab, menurutnya dengan adanya Waduk Jatigede ini maka potensi adanya mayat terapung dan orang tenggelam ini sangat besar.

“Sudah semestinya pemerintah menyediakan segala sesuatunya terkait keberadaan Waduk, baik itu posko Tim SAR maupun kelengkapan alat di puskesmas,” ucapnya.

Sementara itu, Tim SAR gabungan masih terus mencari 20 korban hilang akibat banjir bandang di Garut, Jawa Barat. Penyisiran dilakukan baik dari darat maupun dari sungai.

“Penyisiran diperluas hingga wilayah Sumedang. Tim SAR mencari korban di kawasan Bojonglarang, Cimacan, Lapangan Paris, Waduk Jatigede dan Kampung Cusurat Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Dia menyebutkan kendala yang dihadapi Tim SAR dalam pencarian korban adalah luasnya wilayah yang terdampak banjir bandang. Tim harus menggali timbunan lumpur dan bekas bangunan dan lumpur.

Selain itu, tidak semua lokasi dapat dijangkau alat berat sehingga pencarian menggunakan peralatan manual. Saat ini lima alat berat dan delapan anjing pelacak dari Polda Jawa Barat dikerahkan ke lokasi.

“Akses menuju lokasi terdampak juga sempit. Di sungai, kondisi aliran Sungai Cimanuk keruh karena sedimentasi tinggi. Tim SAR menyusuri sungai hingga Waduk Jatigede di Sumedang. Cuaca juga kurang bersahabat karena hujan sering turun,” jelasnya.

Hingga Minggu (25/9) sore, tercatat 33 orang korban tewas, 20 hilang, 35 orang luka-luka dan 6.361 orang mengungsi. Pendataan sementara terdapat 2.049 rumah rusak yang meliputi 283 rumah hanyut, 605 rumah rusak berat, 200 rumah rusak sedang dan 961 rumah rusak ringan.

Dilaporkan juga bahwa masyarakat telah setuju untuk direlokasi. BNPB juga menurunkan tim untuk melakukan perhitungan kerugian dan kerusakan alibat bencana untuk rencana penyusunan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir nantinya. (eri/fat/jpnn)

Ikuti Kami di Sosial Media:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.