oleh

PWI dan Lapas Gelar Lomba Tulis, Baca Puisi dan Juga Mengarang

Bakat Seni Warga Binaan Bermunculan

Meski merupakan warga binaan, nampaknya banyak yang memiliki bakat seni. Hal itu terlihat saat lomba lomba tulis dan baca puisi juga mengarang. Acara ini digelar atas kerja sama lapas dan PWI Sumedang. Berikut liputannya

ASEP HERDIANA, Kota

BAKAT seni dapat dimunculkan kapan saja. Tak terkeculai bagi warga binaan yang berada di balik jeruji besi.

Seperti 20 warga binaan Lapas Kelas 2 B Sumedang. Mereka, mengikuti lomba tulis dan baca puisi juga mengarang. Acara ini, diselenggarakan atas kerja sama PWI Sumedang dan Lapas, Senin ( 19/ 2).

Kegiatan sendiri, merupakan rangkaian juga dari Hari Pers Nasional. Dengan harapan, warga binanaan ada dibalik jeruji besi, namun bisa memunculkan bakat seni dalam berpuisi.

Seperti disampaikan Ketua Panitia Windu Mandela. Dengan kegiatan tersebut, selain bisa mengekspresikan diri, juga bisa memunculkan puisi atau karangan yang baik yang nantinya bisa dijadikan sebuah buku.

“Tidak menutup kemungkinan, di sini pun bisa lahir penulis yang baik. Karena seperti tokoh Soekarno, mampu melahirkan karya atau bukunya saat dibuang dan dipenjara, sama halnya dengan Buya Hamka. Mudah- mudahan kerja sama ini bisa terus berlanjut,” ujar Windu di sela-sela kegiatan.

Begitu pun dengan Ketua PWI Cecep Wahdiana P. PWI terus berperan serta di masyarakat, guna menginformasikan apa yang yang seharusnya diketahui oleh masyarakat. Tentunya, selain menjadi jembatan untuk menyampaikan hal, atau suatu masalah kepada yang lebih kompeten.

“Seperti disampaikan panitia, bahwa ini salah satu rangkaian kegiatan HUT PWI, yang selanjutnya akan dilaksanakan pelatihan jurnalustik ke sekolah. Mudah-mudahan ke depannya bisa dilaksanakan di sini,” kata Cecep.

Dan kegiatan ini, pun disamput baik Drs Gumilar selaku Kasi Bimbingan Napi/Anak Didik, beserta karyawan lain yang mewakili kalapas yang sedang tugas ke luar kota.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini dan atas nama Pak Kalapas, beliau memohon maaf karena tidak bisa hadir sehubungan ada tugas ke luar kota. Mudah-mudahan kerja sama lapas dengan PWI bisa terus berjalan dan berharap warga binaan pun bisa lebih berkreasi mampu memunculkan bakat lainnya,” harapnya.

Hasil dari lomba tersebut. Juara I baca puisi dimenangkan Iyep (Puisi Motivasi dari Ibu), juara II Aries (Nyanyian Sunyi Di Balik Jeruji), juara III Ijay (Yang Terisolir), juara IV Dawam (Rintihan Jiwa), juara V Sandi (Tanya Tanpa Jawab) dan juara VI Tantan (Jasa Seorang Ibu).

Sedangkan juara I mengarang yaitu Sandi (Sholat Jum’at Diliburkan), juara II Bagus (Kehilangan), juara III Diki (Cintaku Berakhir di Bui), juara IV Zikky (Kisah Di Awal Nofember), juara V Yana (Di Balik Penderitaan dan Pengharapan) dan juara VI Cecep (Kasih Yang Tertinggal).

Di samping itu, PWI pun memberikan buku/majalah dari beberapa penyumbang untuk perpustakaan lapas. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed