Ragilby dan Sadam Harumkan Al Masoem di Malaysia

Ragilby dan Sadam Harumkan Al Masoem di Malaysia

HARUMKAN INDONESIA: Ragilby Izza (kiri) dan M Sadam Al Jabbar (kanan) siswa siswi SMP Al Masoem yang meraih medali di ajang International Youth Robotic Competition 2017 di Malaysia. (IMAN NURMAN/JABAR EKSPRES)

PEWARTA: IMAN NURMAN

Tak diragukan lagi kemampuan Ragilby Izza (kelas 7 SMP Al Masoem) dan M Sadam Al Jabbar (kelas 8). Keduanya mampu mengharumkan nama Al Masoem dan Indonesia pada ajang kompetisi robot tingkat international yang digelar di Kuala Lumpur Malaysia 2 sampai 5 Agustus 2017.

TAHUN 2017, merupakan tahun yang istimewa bagi Ragilby dan Sadam. Sebab keduanya baru saja menggondol dua medali perunggu dan grand prize di ajang robot international yang diikuti 900 peserta dari 20 negara. Ajang yang diselenggarakan oleh International Youth Robot Associattion itu, menghadirkan pelajar antara usia 6 sampai 17 tahun. Ada dua kelas junior dan senior pada ajang tersebut.

Ragilby Izza masuk junior dan M Sadam Al Jabbar kelas Senior. Meski satu sekolah tapi dipisahkan berdasarkan usia. Setiap individu berlomba. Ada yang pasangan dan kelompok. Kemudian setiap lomba dikategorikan ada yang wajib seperti mata lomba kreatif robot ataupun kreatif deisgn.

“Alhamdulilah siswa kami berhasil meraih dua medali. Pertama Ragilby yang meraih medali grand prize melebihi medali emas. Kemudian Sadam meraih medali perunggu,” kata Guru Pembimbing Robotic Al Masoem Rahman Hakim, kemarin (8/8).

Dikatakannya, tim dari Indonesia akhir-akhir ini terbilang minim sekali prestasi catatan robotnya. Namun begitu, Al Masoem mampu menjawab tantangan itu dengan membawa dua medali. “Kebanyakan mereka yang juara banyak dari China, Palestina dan Malaysia. Alhamdulilah Indonesia terbawa lagi namanya berkat Al Masoem,” katanya.

Yang menjadi penilaian juri, katanya, peserta harus mempresentasikan konsep robot, konsep kerjanya dengan presentasi menggunakan Bahasa Inggris. Sadam membuat robot yang bisa mendeteksi sampah organik dan anorganik. Sementara Ragilby membuat robot yang bisa memberi makan hewan sesuai jenisnya dan berjalan tanpa diperintah. Kemudian robot ciptaan Ragilby bisa menyesuaikan lampu dengan kondisi lingkungan gelap.

“Ini lomba terbesar yang pernah diikuti dan diraih gemilang oleh Al Masoem. Karena diikuti oleh 900 tim dari 20 negara,” tuturnya. Sebelumnya, lanjut Rahman, kedua siswa tersebut pernah meraih beberapa penghargaan di ajang Tingkat Nasional maupun Asean.

M Sadam didampingi Ragilby mengatakan, cukup berkesan mengikuti ajang kejuaraan Internasional di negara lain. Sebab selain menambah pengalaman, juga menambah wawasan dan daya saing. “Pesan kesannya ya cape bangun harus pagi, jarang tidur. Tapi banyak pengalaman yang berharga selain membawa harum Indonesia,” tuturnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.