oleh

Ratusan Kontraktor, Berburu Proyek Buricak Burinong

SUMEDANGEKSPRES.COM – Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman menyebutkan, Kampung Buricak Burinong tidak hanya menjadi destinasi wisata andalan Sumedang saja, bahkan menjadi andalan Jawa Barat.

“Pak Gubernur memberikan atensi khusus bagi pengembangan Jatigede khususnya Kampung Buricak burinong,” katanya saat ditemui Sumeks di kantor IPP Kabupaten Sumedang, Senin (6/7).

Sehingga pagu anggaran yang dikucurkan dari dana Bantuan Provinsi (Banprov), mencapai Rp30 Milyar. 

“Tapi karena waktu terbatas, penganggarannya di dua kalikan.Tahun 2020 Rp15 Milyar dan tahun selanjutnya Rp15 Milyar lagi,” katanya.

Ada beberapa item yang akan dikembangkan di pembangunan tahap pertama itu, antara lain Lokasi take off paralayang, forest walk, tempat kuliner serta area lending paralayang. 

“Kita juga akan kembangkan floating market (pasar terapung) dan situs terapung,” katanya.

Sejauh ini progres pengembangan kawasan Kampung Buricak Burinong Desa Pakualam itu baru masuk ke tahap tender (lelang).

Sejak dibuka pengumuman lelang  pada 30Juni lalu, Layanan Pengadaan Barang dan Jasa  (LPBJ) Setda Kabupaten Sumedang sudah menerima sebanyak 116 pendaftar.

Terdiri dari pendaftar area sarana dan prasarana take off dan forest walk 36 paserta, pembangunan area lending paralayang 46 peserta dan pembangunan kawasan kuliner Buricak Burinong 34 peserta.

“Ini baru yang mendaftarkan, karena  perusahaan yang daftar itu belum tentu memasukan penawaran. Kita lihat saja  tanggal 10 (Juli) nanti,” kata Kasubag Pengembangan SDM Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Sumedang Didi Sumarna saat ditemui Sumeks di kantornya.

Setelah didapati banyaknya jumlah pendaftar yang masuk ke Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) nanti, pihaknya akan melakukan delapan tahapan, untuk menentukan pemenang lelang.

Yakni pertama pembukaan dokumen penawaran, kedua evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis dan harga, ketiga pembuktian kualifikasi, keempat penetapan pemenang, kelima penutupan pemenang, keenam masa sanggah, ketujuh penunjukan penyedia barang/jasa dan kedelapan penendatanganan kontrak.

“Kontrak diperkirakan ditandatangani tanggal 8 Juli nanti,” ujarnya.

Dijelaskan, ketiga paket proyek tersebut dibiayai dari dana Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat Tahun 2020, sebesar Rp15 Milyar. 

“Sarana prasarana area take off para layang dan forest walk nilainya sekitar Rp5 Milyar, pembangunan area lending paralayang senilai Rp2,1 Milyar serta pembangunan kawasan kuliner Buricak burinong sebesar Rp5 Milyar,” paparnya.

Sedangkan sisanya Rp2,9 Milyar akan dipergunakan untuk mengkaver biaya pendukung, biaya perencanaan, biaya pengawasan dan buaya umum.

“Mungkin juga ada paket lain, selain yang ditenderkan, hang diproses dengan pengadaan langsung atau ada paket barang yang belum masuk ke LKBJ. Itu bisa dikroscek ke dinas yang bersangkutan,” katanya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

News Feed