Senin, 3 Agustus 2020

Sumedang Ekspres

Bacaan Utama Warga Sumedang

Ratusan Kosan Disisir Polisi

KOTA – Guna mempersempit ruang masuknya jaringan radikal atau terorisme, Polres Sumedang melalui polsek Sumedang Utara, mengadakan razia sekaligus pendataan. Hal itu dilakukan kepada warga kos-kosan yang tersebar di 24 RT di Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara, Selasa (19/1).

Polsek Sumedang Utara melalui Babinkamtibmas yang berkoordinasi dengan Kelurahan Talun, melakukan penyisiran dimulai dari Lingkungan Tegal kalong RT 01 RW 02, Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara. Pihaknya, melakukan pendataan ke sekitar 200 kosan yang ada di wilayah tersebut.

Babinkamtibmas Polsek Sumedang Utara, Bripka Suwandi, menjelaskan jika kegiatan serentak itu dilakukan atas perintah Polres Sumedang, menyusul adanya perintah dari Polri beberapa waktu lalu. ”Kegiatan ini serentak dilakukan atas perintah Kapolres Sumedang dan instruksi dari Polri, dengan melakukan penyisiran untuk mencegah masuknya jaringan terorisme ke wilayah Sumedang,” tuturnya ketika diwawancarai Sumedang Ekspres.

Disamping melakukan penyisiran, pada kesempatan tersebut disatukan dengan agenda rutin Kelurahan Talun untuk melakukan pendataan terhadap warga kos-kosan. ”Memang saat ini sedang gencar isu terorisme, dan itu patut kita waspadai agar jangan sampai ada pendatang yang masuk ke wilayah kita dan tergabung kepada gerakan radikal tersebut,” tambah Lurah Talun, Drs. Dedi Rochendi, ketika dijumpai di ruang kerjanya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas di lapangan tidak menemukan keganjilan. Namun, dalam pendataan warga kos-kosan masih dinyatakan belum maksimal. Hal tersebut dikarenakan kurangnya perhatian dari para pemilik kos untuk mengambil data para penghuni kosnya. Sehingga para petugas lapangan, mengalami kesulitan ketika ada para penghuni kos yang kebetulan tidak ada di tempat.

Hal ini pun disesalkan Lurah Talun dan berharap akan adanya kerja sama antara pemilik kosan dengan RT/RW, untuk secara rutin memberikan informasi setiap ada penghuni baru maupun yang sudah pindah.

”Yang namanya orang ngekos kadang tidak lama, ada yang sebulan sudah pindah. Itu harusnya ada kerja sama antara pemilik kos dengan petugas RT RW yang ada disana, sehingga kami tidak kesulitan dalam pengumpulan data,” tuturnya. (bay)