oleh

Ratusan Pelajar Ikuti Cultural Week

SEKIRA 600 siswa play group hingga SD Jakarta International School (JIS) memadati ruang‎ Melati di Kampus JIS Pondok Indah, Senin (24/10). Siswa-siswi yang berasal dari 64 negara ini mengenakan busana tradisional Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Rupanya, hari‎ ini JIS menggelar ajang pengenalan budaya Indonesia. Kegiatan Cultural Week yang mengambil tema dan semangat Sumpah Pemuda ini diadakan di Pondok Indah Elementary mulai 24 sampai 31 Oktober 2016.

Meski masih berusia pra sekolah sampai SD, penampilan ratusan siswa ini sangat menghibur.
Dengan dialeg Bahasa Indonesia terbata-bata, siswa-siswinya dengan bangganya melafalkan Sumpah Pemuda. Mereka bahkan bisa memainkan alat musik gamelan, gendang, angklung, dan wayang.

“Saya suka sekali budaya Indonesia. Saya suka krupuknya,” ujar Bram, siswa asal Belanda yang membawakan tarian Papua.

Demikian juga Vitoria, siswi asal Italia yang sudah tiga tahun tinggal di Indonesia.‎ Menurut dia, yang dia suka dari Indonesia adalah tari-tarian serta lagunya.

“Tariannya lucu, saya suka sekali dengan Cultural Week. Saya bisa makan makanan Indonesia yang enak-enak,” ucap Vitoria yang mengenakan busana Makassar.

Sementara Wakil Kepsek JIS Nicholas Kent mengatakan‎, Cultural Week sudah 20 tahun diselenggarakan di JIS dengan tema berbeda. Tahun ini, Sumpah Pemuda dijadikan tema untuk mengingat peristiwa 28 Oktober 1928.

“Kami sangat mengapresiasi bangsa Indonesia yang selalu menghargai sejarah dan budaya dari para pendahulu. Semangat pemuda yang saat itu berasal dari latar belakang berbeda, yang tercermin di JIS saat ini. Siswa dan pengajarnya berasal dari ragam budaya dan bangsa, bersatu di tanah Indonesia,” beber Kent saat membuka Cultural Week di Kampus JIS Pondok Indah, Senin (24/10).

Ditambahkan Kepsek JIS Pondok Indah Elementary (TK dan SD) Elsa Donohue, Cultural Week tahun ini sangat menarik karena diisi dengan pengibaran bendera, karnaval dengan berbagai pakaian daerah, dan pertunjukan tari-tarian tradisional, salah satunya Tor-Tor.

‎”Kami memberikan penekanan kepada kebudayaan Indonesia dan mendorong ketertarikan serta partisipasi siswa dalam budaya yang sangat kaya tersebut. Penting sekali mengenalkan keragaman budaya Indonesia sebagai negara tuan rumah sejak usia dini kepada para siswa kami yang memeliki beragam kewarganegaraan dan latar belakang,” pungkasnya. (esy/jpnn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed