oleh

Razia Miras Perlu Kerja Sama Semua Pihak

LIBATKAN TOKOH

KOTA – Meninggalnya seorang wanita di Cipacing Kecamatan Jatinangor akibat minuman keras (miras) oplosan, ditanggapi berbagai pihak. Termasuk, tokoh-tokoh Sumedang, baik ulama ataupun anggota DPRD Sumedang.

Seperti diungkapkan Ketua PCNU Sumedang KH Sa’dulloh. Menurutnya, beberapa razia yang dilakukan aparat selama ini kurang intensif. Biasanya, razia dilakukan bila sudah ada laporan atau sudah banyak pengaduan dari tokoh masyarakat.

“Seharusnya razia dilakukan terus menerus dan melibatkan tokoh-tokoh agama, masyarakat dan pemuda,” ujar Sa’dulloh dihubungi Sumeks, kemarin (28/3).

Sa’dulloh menuturkan, hal ini juga kembali ke moral masyarakat. Sebab, ada di antaranya di masyarakat satu keluarga yang memang sudah kecanduan. Sehingga, ketika anaknya mengkonsumsi miras, oleh orang tuanya dibiarkan saja.

“Mestinya aparat bisa menginventarisir keluarga-keluarga atau tokoh-tokoh yang suka miras dan lakukan pembinaan kepada mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Sumedang Iwan Nugraha mengatakan, kejahatan itu terjadi bukan hanya karena ada kesempatan, tapi juga karena ada niat para pelaku. Razia razia sering dilakukan, tapi hal itu tak akan pernah cukup.

“Selama konsumennya ada, produsen akan terus membuatnya,” tandasnya.
Dikatakan, upaya-upaya pencegahan harus terus dilakukan oleh semua pihak. Terutama, melibatkan orang tua dan lingkungan pendidikan.

“Semua unsur juga harus dilibatkan, agar upaya-upaya pencegahan dapat epektif. Agar, narkoba tidak menelan korban lagi,” tutupnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed