Reaktivasi Jalur KA Dimulai Oktober

Reaktivasi Jalur KA Dimulai Oktober

SURVEI LOKASI: Muspika Jatinangor bersama Wakapolres Sumedang memantau lokasi Gedung Pabukon Unpad yang rencananya akan dipakai kantor Polsek dan Koramil Jatinangor.(IMAN NURMAN /SUMEKS )

PEWARTA: IMAN NURMAN/SUMEKS

**Polsek dan Koramil Bersiap Pindah

JATINANGOR- Masyarakat Jatinangor, kini mulai resah. Sebab, rencana reaktivasi jalur Kereta Api (KA) Rancaekek-Tanjungsari, rupanya bukan isapan jempol semata. Pemerintah melalui Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), akan mulai menggarap jalur itu pada Oktober 2019.

Salah seorang warga Desa Hegarmanah, Fitri Rohimah, mengaku kaget terkait adanya rencana pengaktipan kembali jalur itu. Meski sudah direncanakan pada tahun-tahun lalu, namun baru kali ini terdengar lagi dan dirasa minim sosialisasi. “Kalau sosialisasinya bener, pasti warga tidak akan menolak, asalkan ganti ruginya sesuai,” katanya, kemarin.

Kata dia, warga sudah merasa menduduki lahan PJKA warisan nenek moyangnya dan sudah puluhan tahun. Warga meyakini, tidak akan ada Jatinangor kalau tidak ada warga. Artinya, pemerintah harus tahu sejarah bagaimana perjuangan warga Jatinangor membantu menumpas penjajah.

“Sebab lahan PJKA dulu milik pemerintah Hindia Belanda. Namun karena merdeka maka diambil alih oleh Negara,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Jatinangor, Kompol Noor Jamil S.Pd mendampingi Wakapolres Sumedang Kompol Sigit Rahayudi SIK menuturkan, survei lokasi lahan untuk rencana pembangunan Polsek Jatinangor dan Koramil 1005/Cikeruh, paska lahan Polsek dan Koramil berada di tanah PJKA.

Survei lokasi, sehubungan dengan adanya rencana reaktivasi jalur kereta api. Di mana Kantor Polsek Jatinangor dan Koramil Jatinangor, akan terkena dampak dari rencana reaktivasi jalur kereta api tersebut.

“Berkaitan dengan itu, tentunya harus dicarikan solusi lahan lokasi pengganti untuk pembangunan Polsek Jatinangor dan Koramil 1005 Cikeruh,” kata Noorjamil.

Saat survei, nampak hadir perwakilan Logistik Polda Jabar Kompol Jaminta Tarigan, dari Aslog Kodam Siliwangi Mayor Liliek Kris A, Camat Jatinangor Syarif Efendi Badar, S.Sos, M.Si, Danramil Jatinangor Kapten Rudhy Prasetijo, perwakilan dari Unpad Dudu, Dishub Jabar Wahyu dan Indra dan Destra dari PT. KAI yang didampingi Humas PT. KAI, Joni.

“Beberapa lokasi yang disurvei antara lain Lahan milik BPBH (Balai Pengembangan Benih Hortikultura), Dinas Pertanian Tanaman Pangan Prov Jabar di Cikuda, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Gedung Bale Pabukon Kampus Unpad Jatinangor milik Unpad dan Saung Budaya Sunda (Sabusu) milik Dinas Pariwisata Kab. Sumedang,” jelasnya.

Noorjamil menjelaskan, dalam kegiatan tersebut pertimbangan rencana pembangunan Polsek Jatinangor dan Koramil Jatinangor, yang akan mempertimbangkan aspek strategis dan reaktivasi jalur PJKA akan dimulai pada bulan Oktober 2019.

“Sebelum pelaksanaan kegiatan pembangunan Monorel, diharapkan agar segera dibuatkan bangunan Polsek Jatinangor agar pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan. Sedangkan untuk lahan BPTH Pasir Banteng Desa Hegarmanah Kecamatan Jatinangor, pihak Pemda Kabupaten Sumedang dan Provinsi Jabar telah menyiapkan lahan seluas 4 ha. Namun rencana tersebut merupakan rencana jangka panjang,” tambahnya.

Selain itu, tutur Noorjamil, pihak Dishub dan PT. KAI akan secepatnya menindaklanjuti hasil survei hari ini. Kegiatan akan ditindaklanjuti kembali pada satuan tingkat atas untuk menentukan lokasi yang dipilih. (imn)

One Response to "Reaktivasi Jalur KA Dimulai Oktober"

  1. Pingback: Reaktivasi Jalur KA Dimulai Oktober 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.