Rektor Ajak Warga Jaga Lingkungan

Rektor Ajak Warga Jaga Lingkungan

PIDATO: Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad saat menyampaikan pidato pentingnya menjaga lingkungan pada acara wisuda Unpad, belum lama ini.(HUMAS UNPAD)

PEWARTA: rilis

BERBAGAI kerusakan lingkungan yang terjadi di sejumlah wilayah akhir-akhir ini tidak hanya membutuhkan upaya kuratif untuk merehabilitasinya, tetapi juga upaya preventif agar tragedi yang sama tidak terjadi di tahun mendatang. Tidak jarang, kerusakan lingkungan bukan hanya karena faktor alam, tetapi juga akibat kesalahan manusia. Terkait hal tersebut, Universitas Padjadjaran berkomitmen akan terus berkontribusi mengatasi berbagai persoalan lingkungan yang terjadi.

Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Tri Hanggono Achmad mengajak para lulusan Unpad untuk terus berperan aktif dalam mengatasi berbagai permasalahan tersebut. Menurutnya, lulusan Unpad harus dapat berada di lini terdepan mengingat mereka telah memahami Pola Ilmiah Pokok Universitas Padjadjaran “Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional”. Hal tersebut disampaikan Rektor dalam pidato Wisuda Lulusan Gelombang I Tahun Akademik 2016/2017, di Graha Sanusi Hardjadinata, Selasa (1/11).

Kepada seluruh wisudawan, Rektor juga mengingatkan tentang perlunya menyadari bahwa berbagai perubahan terus berlangsung dalam kehidupan di masyarakat. Berbagai perubahan dan anomali yang terjadi pada hari-hari yang telah lalu, sangat mungkin menjadi kondisi yang dianggap normal pada hari ini atau new normal situation.

“Karena itu, untuk menghadapinya, marilah kita bersama-sama bahu membahu mendarmabaktikan potensi kita masing-masing untuk kita transformasikan menjadi kemaslahatan bagi bangsa dan negara Indonesia,” tutur Rektor.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengungkapkan bahwa kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Unpad akan terus dikembangkan untuk mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan lingkungan, juga mampu mengantisipasi dan mengurangi potensi terjadinya perubahan lingkungan yang merugikan.

Berbagai tragedi lingkungan yang terjadi, faktor mendasarnya adalah aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan dan melanggar aturan-aturan yang berlaku, yang tidak selaras dengan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan.

“Program-program pembangunan yang dilakukan haruslah program pembangunan berkelanjutan, program-program yang berwawasan lingkungan dan berkeadilan sosial. Bukan program pembangunan yang semata-mata hanya memperhatikan kepentingan ekonomi sesaat dan tidak memperhatikan keberlanjutan di masa depan. Pembangunan yang dilakukan harus pula dilaksanakan dalam kerangka hukum yang berlaku. Penegakan hukum atas pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan pembangunan harus dilaksanakan secara tegas,” papar Rektor. (hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.