Kamis, 16 Juli 2020

Sumedang Ekspres

Bacaan Utama Warga Sumedang

Muhammad Gilang Saurus, remaja 15 tahun asal Kecamatan Cimanggung, Sumedang saat menjadi pengisi acara memotivasi sejumlah pengusaha baru. Ist/Sumeks

Remaja 15 Tahun Asal Cimanggung Mampu Beli Apartemen dan Mobil Sendiri

Berawal dari Perkelahian Dengan Sang Ayah Hingga Lari ke Pulau Dewata, Bali

BERAWAL masalah dengan keluarga, seorang remaja bernama lengkap Muhammad Gilang Saurus, asal jalan raya Parakanmuncang, Simpang RT 04 RW 05 Desa Cikahuripan Kecamatan Cimanggung menjadi pengusaha sukses yang menghasilkan uang puluhan juta rupiah setiap bulan nya.

Remaja kelahiran 29 Desember 2004 ini, sebelumnya sempat akan berkelahi dengan ayah kandungnya. Namun, Gilang memilih untuk kabur dari rumah.

Bermodalkan uang Rp300 ribu, Gilang pun nekad pergi ke Bali untuk memulai petualangannya. Sesampainya di Bali, Gilang mengaku sempat bingung dan linglung memikirkan bagaimana untuk dapat bertahan hidup.

Beruntung, di pulau Dewata tersebut, Gilang memiliki seorang teman bernama Syahroni, yang mau membantunya dengan memberikan tempat untuk tidur.

Secara sosial, Gilang merupakan anak keluarga seorang pengusaha sukses di kota yang terkenal dengan kerenyahan tahu nya. Bahkan, sang ibu, sempat mencalonkan diri menjadi wakil bupati Kabupaten Sumedang pada tahun 2018 lalu.

Setelah beberapa hari di Bali, Gilang mulai mencari cara untuk mendapatkan penghasilan agar bisa menyambung hidup selama lari dari keluarga.

Awal pertama remaja yang masih berusia 15 tahun tersebut mencari pendapatan, dirinya bekerja pada sebuah warnet yang bernama Eka Printing dengan gaji hanya sekitar Rp25 ribu sehari.

“Iya digaji segitu, terus ditambah juga dengan 2 batang rokok garam filter. Karena dia tahu saya suka merokok,” kenangnya.

Setelah bekerja selama 2 minggu, Gilang mulai menekuni belajar design grafis dengan harapan suatu saat dapat menambah pundi-pundi rupiah.

“Saya masih ingat saat itu mendapat project pertama dari luar negeri. Itu dibayar hanya Rp300 ribu untuk membuat sebuah gambar semacam animasi lagi,” katanya.

Hari demi hari dijalani dengan rutinitas seperti itu. Sampai akhirnya Gilang mampu untuk mengumpulkan uang dan mulai hidup mandiri tanpa bergantung sama temannya.

“Akhirnya saya bisa kost sendiri, deket Hard Rock. Sebelumnya saya hidup prihatin dulu, sampai makan itu ngirit banget. Mie dan nasi satu bungkus itu dibagi dua. Bahkan kalau benar-benar gak ada uang, saya puasa daud,” terangnya.

Setelah merasa cukup untuk hidup mandiri, Gilang pun tidak langsung merasa puas. Sampai dia berpikir keras untuk menambah pendapatan dari usaha lain.

Tanpa menunggu waktu lama, Gilang pun menemukan pintu rejeki lain dengan cara menjadi seorang reseller sejumlah produk. Bahkan dalam waktu cepat pun dia telah memiliki sebanyak 6000 member.

“Alhamdulillah, disana saya merasa bersyukur bisa mencapai hasil yang seperti itu,” sebutnya.

Baca juga :

BNNK Lakukan Lagi Rapid Test

Karena dianggap telah meraih pencapaian yang luar biasa, Gilang pun mulai kerap dipanggil mengisi sebuah acara seminar untuk memberikan motivasi.

“Isi acara juga kalau yang non member saya dibayar saat itu. Sedikitnya 6 jam bicara itu dibayar sampai Rp9 jutaan. Kalau member sendiri sih gratis, bahkan saya yang ngemodal sendiri,” ungkapnya.

Setelah sekitar 9 bulanan kabur dari rumah, pada titik terakhir Gilang sendiri telah meraup omset hingga Rp30 juta tiap bulannya. Bahkan, selama berbulan-bulan dia hidup sendiri, kini Gilang bisa menunjukan hasilnya kepada kedua orang tuanya.

“Saya beli apartemen di Jatinangor, saya beli mobil juga yang harganya terjangkau, itu semua akhirnya membuat kedua orang tua saya bangga,” tuturnya.

Dan saat ini, Gilang pun akhirnya kembali ke Kabupaten Sumedang untuk mengembangkan usahanya bersama kedua orang tuanya.

“Insyaalloh, saya juga baru akan memulai usaha baru. Menjual sepatu-sepatu import dari beberapa negara dengan harga yang murah. Doakan saja,” tuturnya. (**)