Remaja 8 Tahun Sudah Bermain Seks

Peliput/Editor: ASEP HERDIANA/SUMEKS

Remaja 8 Tahun Sudah Bermain Seks

Ketua Majelis Aisiyah Prov Jabar, dr.Hj. Dian Indahwati, SpOG.

KOTA – Negara Indonesia termasuk salah satu negara berkembang dengan presentasi pernikahan usia dininya tertingi. Sehingga ini menambah jumlah angka penderita kanker serviks dan kanker payudara yang tinggi juga.

Selain itu pun, remaja sekarang mulai melakukan hubungan seks dari usia delapan tahun. Kedua masalah tersebut mencerminkan kondisi remaja dan problemnya saat ini. Sebagaimana dikatakan Ketua Majelis Aisiyah Provinsi Jabar, dr. Hj. Dian Indahwati, SpOG, dalam acara puncak acara Pink Blue Day 2017 tingkat Nasional, bertema “Keluarga Peduli Kanker Serviks dan kanker Payudara” di Gedung Negara, beberapa waktu lalu.

Kegiatan dibuka Bupati Eka setiawan yang dihadiri para undangan terkait juga pengurus dan Ketua PDA Kab. Sumedang, Ny. Hj. Isni Supriyati, S.Sos.

Pink day, menurut Ny. Hj. Isni, merupakan bulan peringatan kepedulian kanker payudara, sedangkan blue ikon terhadap kanker serviks, mengingat kedua kanker ini merupakan penyebab kematian tertinggi bagi perempuan. Maka Aisyiyah merasa penting untuk menjadikan bulan peduli kanker ini sebagai momen kepedulian kanker serviks.

“Aisyiyah merupakan organisasi perempuan yang memiliki perhatian pada isyu- isyu kesehatan dan perempuan miskin, salah satunya tentang pencegahan kanker serviks dan payudara.” Jelasnya. Sedangkan menurut ketua panitia, Ny. Ully Esfandriary, AMK, kegiatan ini merupakan bagian program Maju Perempuan Indonesia Mengentaskan Kemiskinan ( Mampu ), yang membina ibu- ibu produktif dari keluarga kurang mampu di Kecamatan Cimalaka, Tanjungsari dan Pamulihan.

“Dari tiga kecamatan ini ada di enam desa yang seluruhnya berjumlah 90 ibu- ibu binaan. Sehubungan dengan keterbatasan dana jadi kami pilih sesuai prioritas, dan mudah-mudahan ke depannya menjadi contoh bagi kecamatan/desa lain yang ada di Sumedang,” kata Ny. Ully yang berharap dari 90 orang ibu-ibu ini bisa menularkan pengetahuannya tersebut pada keluarga juga tetangganya yang lain.

Dalam talk show ini pun menghadirkan salah satu penderita kanker serviks, Ny. Ae warga Kampung Nyangkokot Desa Sukagalih Sumedang Selatan, yang telah sembuh dari penyakit yang hampir merenggut nyawanya tersebut.

Dan penyakit ini, jelas dr. Dian, tidak menunjukkan gejala atau pun tanda yang khas, karena bisa saja terkena virusnya akan baru terasa 10 tahun kemudian.

“Maka dari itu akibat melakukan hubungan seks sejak dini yang dilakukan remaja hanya karena alasan penasaran atau untuk coba- coba, serta pernikahan dini usia 10- 14 tahun, tidak menutup kemungkinan akan terjadi 10 tahun kemudian, karena proteksi mulut rahimnya belum matang,” tandasnya.

Di negara berkembang lebih banyak pernderitanya ketimbang di negara maju yang sudah punya kemampuan untuk mendeteksi dini. Penyebab lain pun bisa karena indeksi saat melahirkan. Faktor resiko lainnya adalah usia perlakuan seks, umur menikah, jumlah kehamilan, jumlah perkawinan, yang di khitan, merokok, penggunaan antiseptik dan riwayat penyakit kelamin.

“Pengcegahan sangat penting karena penyakit ini tak menunjukkan gejala. Disamping melakukan seks sehat, tidak ganti- ganti pasangan, vaksinasi dan tes iva,” jelasnya lagi. (her)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js