oleh

Remaja Kledung Karangdalem Ciptakan Robot Unik

Sebuah alat unik sekaligus inovatif bernama Filling Egg Robot diciptakan oleh seorang remaja bernama Agung Budi (18) asal Kelurahan Kledung Karangdalem Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo. Meski sederhana, alat tersebut mampu membantu ibunya dalam berjualan jajanan kuliner telur dadar. Penglihatan sang ibu yang terganggu karena terkena retinitis pigmatosa kini tidak lagi menjadi hambatan untuk mencari nafkah.

EKO SUTOPO, Purworejo

Kawasan luar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Purworejo di Kelurahan Sucen Jurutengah Kecamatan Bayan ramai anak-anak, Senin (3/2) siang. Mereka mengerumuni beberapa penjual makanan ringan yang memang sengaja menunggu waktu anak beristirahat.

Dari sekian penjual, ada satu yang menonjol karena kerumunan anak relatif banyak dibadingkan yang lain. Sang penjual tidak terlalu tampak karena beberapa kali harus membungkuk untuk membalik dagangannya.

Ya, di balik kerumumnan anak itu ada Praptining Utami (55). perempuan berkerudung yang berjualan telur dadar. Kekuranggesitan si penjual mendorong anak untuk mengolah gorengan telur pesanannya sendiri.

Setelah didekati ternyata dibandingkan dengan penjual yang lain, ada hal yang menarik anak untuk datang. Proses pengorengan telur dadar menggunakan wajan cetakan telur berukuran mini itu tidak dilakukan secara manual, melainkan digerakkan alat seperti halnya robot.

Bentuknya cukup menarik dan anak-anak menyukai benda tersebut. Dari baterai untuk menggerakkan motor yang dirancang sedemikian rupa sehingga bisa menyedot adonan telur dan mengisikannya dalam 12 cetakan dalam wajan.

“Ini buatan anak saya. Namanya Agung Budi. Dia sendiri yang tergerak untuk membantu membuatkan alat seperti ini,” tutur Prapti.

Alat yang dibuat anaknya sebenarnya relatif mudah dijalankan, tapi bagi dia tetap agak kesulitan. Penggunaan tombol-tombol kecil membuatnya kerap salah dalam memencet.

Namun, kekurangan itu tidak menjadi masalah bagi konsumennya. Anak-anak itu cepat mengerti saat dia menjelaskan cara menggunakan alat tersebut. Selain itu, anak-anak juga suka karena bentuk alat bantu itu mirip dengan alat berat yang bisa bekerja sendiri.

“Anak-anaknya suka, jadi ya banyak membantu saya. Mereka membantu memecet dan menghentikan tombol sesuai kebutuhannya mereka,” kata Prapti yang sudah ditinggal suaminya sejak tahun 2013 ini.

Berjualan telur dadar telah dijalani Prapti sekitar 5 tahun lalu. Sementara menggunakan robot sederhana itu baru dijalankan sekitar 2 minggu. Berjualan telur dadar dipilih karena dia tidak bisa menjangkau tempat yang jauh. Selama ini ada 3 sekolah yang jadi sasarannya, tapi paling banyak di MIN 3 Purworejo.

“Di sini dekat dan tidak perlu lewat jalan besar,” katanya.

Agung Budi yang sedang menemani Prapti melayani pembeli mengaku bahwa ia sendiri yang tergerak untuk membuatkan alat bantu bagi ibunya. Bekal pendidikan di SMKN 1 Purworejo menjadikan dia tahu beberapa komponen untuk membuat robot. Dan pembuatannya tidak terlalu sulit karena dia banyak melihat di media youtube.

Agung menamai karyanya itu Filling Egg Robot. Mes ada tutorialnya, hasil karya Agung Budi tetap bisa dikatakan baik. Setidaknya ada penggabungan beberapa unsur sehingga alat bisa bekerja dengan baik.

“Sebenarnya bagi saya itu hal yang biasa, tujuannya hanya untuk membantu ibu jualan. Dengan alat itu, ibu tidak perlu lagi membungkuk-bungkuk untuk menuangkan adonan telur ke cetakan,” jelas Agung.

Bagi Agung Filling Egg Robot merupakan versi awal. Namun, sejumlah karya elektronika lainnya telah banyak ia ciptakan. Saking banyaknya, Agung pun mengaku lupa berapa jumlah pastinya.

“Tapi kalau project-project lain nggak ngitung e mas,” ujarnya. (*) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed