oleh

Revitalisasi Alun alun Sumedang Kembali Dikritik

KOTA – Molornya Revitalisasi Alun – alun Sumedang lantaran Dinas PUPR tak becus memprediksi durasi pengerjaan. 

Hal itu dikatakan Ketua Gabungan Perusahaan Konstruksi Indonesia (Gapeksi) Kabupaten Sumedang, Memet Rahmat saat dihubungi Sumeks, Selasa (4/2).

“Sebagai perencana, sebetulnya Dinas PU  harus bisa memprediksi berapa lama pengerjaan sebuah proyek,” ujarnya.

Sehingga, progres pembangunan akan sesuai dengan apa yang telah ditargetkan.

“Kecuali  jika terjadi bencana alam, yang memaksa proyek harus dihentikan. Selain itu tak ada alasan,” ujar Memet yang telah malang melintang di dunia konstruksi itu.

Hal senada diungkapkan mantan Anggota DPRD Sumedang, Zulkifli M Ridwan, yang kini menjadi seorang pemerhati kebijakan publik.

Menurutnya, pembangunan  mangkrak seharusnya tidak terjadi, apalagi  pusat kota yang setiap orang pasti melihatnya.

“Asumsinya lebih bahaya lagi, jika pembangunan itu jauh dari pandangan publik. Saya yakin, prosesnya berjalan sesuai aturan melalui lelang,” katanya.

Jika semua itu ditempuh dengan baik, lanjut Zulkifli, pasti dimenangkan oleh perusahaan yang qualified dan bonafid, yang punya rasa tanggung jawab penuh, terhadap pekerjaan.

“Perusahaan akan siap menghadapinya dengan rasa penuh tanggung jawab tanpa ekses apapun,” sebut Zulkifli.

Baca Selengkapnya di Head line Koran Harian Pagi Sumedang Ekspres Rabu 5 Februari 2020.

Baca Juga  Yusli Ditemukan Tewas , Lama Mengidap Stroke

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

4 komentar

  1. Menindaklanjuti pemberitaan diatas, mohon maaf di Dinas PUPR Kabupaten Sumedang Tahun Anggaran 2019 tidak ada kegiatan Revitalisasi Alun Alun Sumedang. Tapi pekerjaan tersebut berada pada Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Sumedang

News Feed