Ribuan Siswa Al Ma’soem Mulai Masuk Sekolah

JATINANGOR – Ratusan siswa siswi SMP dan SMA Al Ma’some, mulai mengikuti aktivitas sekolah pada hari pertama masuk sekolah pasca libur panjang, kemarin (15/7). Acara hari pertama masuk sekolah juga, sekaligus acara halal bi halal dengan seluruh siswa dan guru.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Al Ma’soem Bandung Dr Ir H Ceppy Nasahi Masoem MS mengatakan, silaturahmi tahun ajaran baru ini lebih spesial karena dilaksanakan terpisah dari Haul Al Ma’soem dan silaturahmi Idul Fitri. Sebab waktu haul dan silaturahmi Idul Fitri, bersamaan dengan libur sekolah.

“Libur panjang semoga tidak mengkotaminasi ananda sehingga  keluar dari kebiasaan keunggulan, seperti tidak menghormati orang yang berbicara. Satu hal yang perlu diingatkan ananda telah memasuki kembali wilayah larangan menggunakan Gedget, Smart Phone dan sejenisnya. Jangan sampai hal ini menjadi penyebab jatuhnya poin pelanggaran,” katanya.

Perlu disampaikan, mulai tahun ajaran 2019/2020 ini, perhatian penanganan kedisiplinan sebagai keunggulan Al Masoem diperkuat dengan ditambahnya PKS Kesiswaan Puteri dan 2 Konselor untuk setiap jenjang Pendidikan SMP dan SMA.

“Hal lain yang disyukuri adalah penerimaan siswa sampai pada target yang diharapkan. Dan itu tercapai jauh sebelum tahun ajaran dimulai (tutup sejak awal April). Prestasi dari pencapaian target itu buat kami menjadi tantangan untuk membuat sesuatu, agar layanan menjadi lebih baik dan program lebih inovatif,” ujarnya.

Meskipun terlambat, lanjut Ceppy, dirinya mengucapkan minal aidin wal faidin, karena hari ini (kemarin) pertemuan pertama secara resmi dan lengkap. Maka atas nama penyelenggara pendidikan, pihaknya menyampaikan selamat Idul Fitri 1440 H.

“Satu lagi berbeda dari tahun sebelumnya karena secara khusus kami mendatangkan Ust Budi Prayitno, M.Psi, supaya kalian lebih siap dan semangat menjalankan kegiatan pendidikan yang akan dijalani mendatang,” tandasnya.

Sementara itu, Ustadz H. Budi Prayitno mengatakan kehidupan saat ini memasuki era digital dan bagaimana cara menjadi orang yang berhasil. Menurutnya segala sesuatu yang terjadi di bumi ini tidak lepas dari pertolongan Allah SWT.

Ia berharap, kehadiran para siswa SMP dan SMA Al Ma’soem di Dome Kampus Al Ma’soem dapat menggunjang dunia. “Allah tidak akan mengubah nasib seorang kaum, kecuali jika kaum itu merubah dirinya sendiri. Yang semula yang tak rajin baca menjadi rajin baca. Yang tak berilmu menjadi berilmu,” kata Budi.

Ia pun mengajak para siswa untuk rajin membaca. Pasalnya, tidak ada tempat untuk orang-orang bodoh. Pada kesempatan itu, Budi pun mengajak para siswa untuk tanya jawab, di antaranya membahas pengusaha kaya raya yang menjalankan usahanya dengan menggunakan informasi dan teknologi. Di antaranya pengusaha gojek dengan nilai aset Rp140 triliuan atau sebesar 10 miliar dollar. “Perusahaan ini baru berjalan selama empat tahun, tetapi perkembangannya sangat pesat,” katanya.

Budi pun mengatakan, dunia sedang berubah dan masuk era digital. Untuk itu, kegiatan tabligh akbar ini bisa masuk Twitter dan instagram. Ia pun menyempatkan diri merekam sendiri video visual dengan menggunakan handphone miliknya saat berceramah di depan para siswa.

Ia pun mengajak para siswa untuk membangun Indonesia. Budi pun menilai para siswa tersebut merupakan anak-anak terbaik yang akan menjadi harapan bangsa. Budi mengingatkan, tak mau belajar akan ketinggalan. Indonesia kaya karena punya sumber energi dan minyak. Ia mendorong anak-anak untuk menjadi yang terbaik bagi diri sendiri dan berguna bagi bangsa dan negara.

Penceramah ini pun menuturkan, orang-orang yang berhasil ada tiga, yaitu bergairah, punya cita-cita, dan harus ada usaha. Belajarnya ikhlas karena Allah. Allah akan menyanagi dan mengabulkan doa dan cita-cita. “Jangan lupa harus menjadi anak-anak yang baik bagi orang tua,” katanya. (imn)

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.