Ribuan Siswa Ikut Jambore Literasi

Peliput/Editor: IMAN NURMAN/SUMEKS

Ribuan Siswa Ikut Jambore Literasi

SAPA PESERTA: Usai meresmikan acara Jambore Literasi di Buper Kirpay, Bunda Netty langsung menyapa ribuan peserta, kemarin.

JATINANGOR – Sebanyak 2.500 pelajar dari berbagai Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Jawa Barat, mengikuti Upacara Pembukaan Jambore Literasi ke-1. Kegiatan tersebut, diinisiasi Pemerintah Provinsi Jabar, Dinas Pendidikan Provinsi Jabar dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jabar, kemarin (1/11).

Acara yang digelar di Bumi Perkemahan Kiara Payung Jatinangor itu, cukup membuat antusiasme peserta. Sebab kegiatan sendiri dibuka langsung Hj Netty Ahmad Heryawan yang juga sebagai Bunda Literasi Jabar.

Dia berpesan kepada siswa yang hadir, agar jangan sampai surut semangat dalam membaca buku. “Banyak tokoh-tokoh di Indonesia yang gemar membaca dan salah satunya mantan presiden RI yakni BJ. Habiebie merupakan orang yang patut dicontoh anak Indonesia. Sebab setiap harinya Pak Habiebie dapat meluangkan waktunya untuk membaca buku selama tujuh jam,” ujarnya.

Menurutnya, dengan membaca merupakan salah satu rahasia sukses seseorang untuk menjadi orang besar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Ahmad Hadadi, West Java Leader’s Reading Challange (WJLRC) merupakan tantangan membaca oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan terhadap murid dari 1.700 sekolah tingkat SD dan SMP juga guru perintis/pembimbingnya di Jabar.

“Satu sekolah dibatasi yang ikut tantangan maksimal hanya delapan kelompok. Satu kelompok berjumlah lima orang. Dengan demikian, satu sekolah maksimal hanya 40 siswa. Pelaksanaan WJLRC tahun 2016 diikuti oleh lebih dari 36.000 siswa SD dan SMP se-Jabar. Tantangannya berupa, membaca 24 buah buku, dua diantaranya berbahasa daerah yang telah divalidasi oleh orang tua murid dan gurunya selama 10 bulan.

Siswa, kata dia, mempresentasikan dan mendiskusikan buku yang dibaca bersama rekan kelompoknya dan guru perintis/pembimbingnya,” ucapnya.

Disebutkan juga, Tema Jambore Literasi ini adalah “Tangguh Taklukan Tantangan, Menjadi Cahaya Peradaban”. Kegiatan yang dilakukan dalam Jambore Pengembangan model Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Jawa Barat, telah dirintis selama periode tahun 2012-2015, dengan adanya program pengembangan guru (teacher development) yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

“Selama kurun waktu tersebut tidak kurang dari 700 orang guru SD, SMP, SMA dan SMK Jawa Barat mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan singkat di Adelaide, Australia Selatan,” tandasnya. (imn)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.