oleh

Rombongan Jakarta Hadiri Pernikahan di Ujungjaya, Kapolsek: Tamu Undangan Nikah Dibatasi

SUMEDANGEKSPRES.COM – Adanya resepsi pernikahan di Dusun Bojong Terong, Desa Pelabuhan, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang membuat khawatir sejumlah warga sekitar.

Pasalnya, diketahui jika saat ini kondisi nasional hingga internasional tengah waspada dengan adanya penyebaran Virus Korona atau Covid-19.

Kabar adanya kegiatan pernikahan tersebut, pertama diketahui oleh Ketua DPD Partai Golkar Sumedang Sidik Jafar, yang sebelumnya menerima laporan dari warga setempat.

Jafar menyebutkan, berdasarkan laporan dari warga, pengantin pria diketahui kegiatan sehari-harinya berada di Pasar Klender Jakarta Timur.

“Kita tau sendiri, kata Gubernur DKI Jakarta saja kondisinya seperti apa di sana. Sekarang dalam acara itu pengantin pria membawa rombongan hampir lebih dari seratus orang,” ujarnya saat dihubungi Sumeks melalui telepon, Sabtu (21/3).

Jafar juga menyayangkan bahwa kejadian tersebut tidak terantisipasi oleh pihak pemerintah desa setempat, khususnya pihak kesehatan.

“UPTD Kesehatan setempat memang datang untuk lakukan antisipasi. Tapi sudah terlambat karena tidak terantisipasi sebelumnya,” ungkapnya.

Melihat kejadian tersebut, Jafar mendorong agar pemerintah dapat mengantisipasi adanya kegiatan serupa. Karena pada kenyataanya masih belum sepenuhnya warga Kabupaten Sumedang memahami kondisi tersebut.

“Harus diberi pemahaman kepada masyarakat. Karena daya pikir masyarakat beda-beda. Di sisi lain ada lingkungan yang sudah paham, sementara yang punya hajat ternyata belum paham. Jangan sampai ini terjadi lagi di daerah lainnya,” bebernya.

Saat mencoba untuk mengkonfirmasi kejadian tersebut sejumlah instansi di Kecamatan Ujungjaya sulit untuk dihubungi. Termasuk pihak Kecamatan hingga pihak Desa Pelabuhan Sendiri.

Akan tetapi salah seorang warga yang tidak jauh dari lokasi pernikahan, Ade Taryum membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Iya benar ada pernikahan di Dusun Bojong Terong. Tapi saya tidak tahu kondisinya, karena saya lagi ke Darmaraja. Saya juga tidak tahu kenapa bisa lolos adanya acara itu,” jawabnya singkat.

Namun demikian, Kapolsek Ujungjaya AKP Aan Supriatna
mengklarifikasi adanya kejadian tersebut. Pihaknya mengklaim jika acara tersebut sudah terantisipasi dengan baik.

“Iya, kami sudah melaksanakan imbauan bersama Forpimcam dan Kepala Puskesmas. Dan akhirnya sepakat undangan di batasi. Protokol kesehatan juga di tempuh dengan menyiapkan masker, hand sanitizer, penyemprotan disinfektan sebelum dan sesudah acara. Dan terakhir memperpendek waktu acara,” jelasnya.

Kapolsek juga meluruskan, jika jumlah warga Jakarta yang hadir pada acara pernikahan tersebut kurang dari 100 orang.

“Semula diperkirakan akan mencapai 40 yang datang, namun akhirnya cuma 20 an,” terangnya.

Sementara itu, sebelumnya diberitakan, jika Kementerian Agama RI telah menurunkan surat edaran tentang upaya Kemenag dalam pencegahan penyebaran Virus Korona atau Covid 19.

Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jendral Bimas Islam Kementerian Agama RI tanggal 19 Maret 2020 nomor P-002/DJ.III/Hk.00.7/03/2020 tentang protokol penanganan Covid 19 pada area publik di lingkungan Kementerian Agama.

“Salahsatunya membatasi jumlah pengantar yang ikut prosesi ijab kabul. Itu tidak boleh dari 10 orang,” ucap Kasi Bimbingan masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang Drs H Ma’mun M.Si.

Ma’mun juga menambahkan, untuk calon pengantin (Catin) dan anggota keluarga yang ikut mendampingi, diharuskan membasuh tangan menggunakan sabun atau Hand Sanitizer dan masker.

“Bahkan untuk petugas, wali nikah dan pengantin laki-laki juga harus menggunakan sarung tangan serta masker pada saat ijab kabul,” terangnya.

Kemenag juga, lanjut Ma’mun, menentukan untuk pernikahan di luar gedung KUA. Dimana ruangan prosesi akad nikah harus berada di tempat terbuka atau ruangan yang berventilasi sehat.

“Untuk jumlah pengantar, kami tetap membatasi jumlah orang yang mengikuti akad nikah. Dalam ruangan tidak boleh lebih dari 10 orang,” jelasnya.

Tak hanya itu, aturan untuk menunda dahulu kegiatan yang melibatkan banyak orang tersebut telah disampaikan dalam surat edaran Bupati Sumedang DR H Dony Ahmad Munir tanggal 17 Maret 2020 dengan nomor surat 443/1790/Eko tentang Optimalisasi pencegahan penyebaran Covid 19 di lingkungan masyarakat. (bay/atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed