oleh

RSUD Cicalengka Segera Buka Layanan Cuci Darah

CICALENGKA – Rumah Sakit Unit Daerah (RSUD) Cicalengka, menargetkan di Tahun 2019 ini akan membuka pelayanan cuci darah. Diadakannya pelayanan cuci darah ini, sebagai kebutuhan masyarakat Bandung Timur yang menderita penyakit ginjal.

“Perkembangan saat ini tentang pelayanan cuci darah itu kita sudah menandatangani MoU yang sudah ditanda tangani oleh Direktur Rumah Sakit Unit Daerah Cikopo dengan pihak ketiga,” ujar Direktur RSUD Cicalengka, Dr H Yani Sumpena Muchtar SH MH Kes, melalui Kepala Bidang Keperawatan, H Idan Fafid S Sos MM, saat ditemui diruangannya, Rabu (13/2).

H Idan menjelaskan, penambahan pelayanan unit hemodialisis ini ingin mengembangkan RSDU Cicalengka memalui pelayanan. “Banyaknya pasien yang menderita gagal ginjal, namun di sini tidak ada alat untuk cuci darah, sehingga kamipun menambahkan pelayanan tersebut,” Jelas Kepala Bidang Keperawatan RSUD Cicalengka.

Dikatakannya, pihaknya menargetkan dalam dua pulan kedepan akan fokus dalam penyediaan ruangan khusus pencucian darah. “Kita sudah menargetkan untuk dua bulang kedapan akan memfokuskan pada perizinan serta ruangan, jadi selama dua bulan ini kita mengurus secara berbarengan,” katanya.

Pria yang ramah itu menuturkan bahwa saat ini pihaknya sudah menyiapkan dokter spesialis serta umum dan perawat yang sudah teruji. “Ya sampai sekarang baru dua dokter spesialis dan tiga perawat yang diperuntukan di pelayanan cuci darah. Tentu saja kamipun akan menambah personil dokter dan perawat, nah untuk sekarang calon-calon perawat sedang melaksanakan pelatihan selama tiga bulan, karena harus mempunyai sertifikat,” tutur Idan.

Pada penambahan pelayanan ini, pihaknya menargetkan ada ditahun 2019 ini serta menargetkan pelayanan cuci darah ini sejumlah 30 alat pencucian darah. “Ya syukur-syukur secepatnya, karena banyaknya warga dari Cicalengka yang melaksnakan pencucian darah itu di RSUD Majalaya dan AMC. Jadi jika ada, nanti pasien tidak terlalu jauh untuk pencucian darah,” tambahnya.

Dia pun mengatakan bahwa penambahan layanan ini akan mempunyai 30 unit alat pencuci darah, cuman untuk sementara akan bertahap tidak akan langsung 30. “Untuk awal itu empat sampai lima unit dulu, karena melihat pasieunnya dulu. Nanti jika ada lagi kita tambahkan lagi alatnya. Jika sudah memenuhi target 30, kamipun membuat jadwal siang dan malam,” kata H Idan.

Dirinya juga berharap, adanya pengembangan pelayanan unit cuci darah ini bisa bermanfaat bagi pasiem yang menderita penyakit ginjal. “Semoga penambahan ini bisa cepat terealisasi supaya bisa manfaat dan pelayanannya bisa di rasakan pulan oleh pasieun dan masyarakat,” harapnya.

Adanya penambahan pelayanan cuci darah ini disambut dan didukung oleh berbagai pihak seperti Pemerintah, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Stikhorder dan masyarakat. (kos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed