oleh

Rumah Warya Ludes Terbakar

CISARUA – Warya (60), warga Dusun Cisukajadi, RT 3 RW 3, Desa Bantarmara, Kecamatan Cisarua, harus meradang. Rumah miliknya, hangus dilalap si jago merah, Rabu (23/11) kemarin, sekitar pukul 08.15.

Api membakar rumah semi permanen berukuran 6×7 meter dan dapur/sorondoy ukuran 2×3 meter.

“Rumah tersebut merupakan rumah milik pasangan suami istri, Warya (60) dan Uti (60),” ujar Kapolsek Cisarua, Ipda Wawan S saat dikonfirmasi di kantornya, kemarin.

Disebutkan Wawan, api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik. Listrik itu sendiri mengambil dari rumah tetangga Warya, yakni Tata.

Menurutnya, saat kejadian kebakaran, rumah tersebut ditinggalkan pemiliknya. Saat kejadian, pemilik rumah berada di luar sejak pagi hari.

“Mereka sedang pergi ke sawah sejak pukul 06.00. Kejadian kebakaran diketahui pertama kali oleh saksi Atja. Selain saksi Atja, masih ada saksi lainnua yaitu Tata,” jelasnya.

Wawan menerangkan, api berhasil dipadamkan sejam kemudian sekitar pukul 09.15, oleh Tim Pemadam Kebakaran Dinas Cipta Karya Kabupaten Sumedang. “Mereka dibantu dengan warga sekitar lokasi kebakaran,” tandasnya.

Mengenai kerugian materi dalam kebakaran itu, diperkirakan sebesar Rp. 35.000.000. Seluruh barang milik korban hangus terbakar.

“Beruntung kejadian kebakaran di Bantarmara tersebut tidak memakan korban jiwa,” tukasnya.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Cisarua mengambil beberapa tindakan. Diantarannya, menerima laporan, melakukan pengecekan TKP, menghubungi pemadam kebakaran serta mencatat saksi saksi.

“Sementara, anggota Polsek Cisarua yang datang diantaranya Kapolsek Cisarua, Ipda Wawan S, Kanit Intel, Kanit Sabhara, Anggota piket Polsek Cisarua dan Dalmas Polres Sumedang,” terangnya.

Terpisah, Kepala Desa Bantarmara, Mari Marlianti menyebutkan, kerugian yang dialami korban cukup banyak. Diantaranya padi sebanyak 10 karung dengan berat masing-masing sekitar 50 kilogram.

“Sebenarnya, korban baru panen dan menyimpan sekitar 20 karung gabah padi di rumahnya. Namun yang sepuluh karung berhasil diselamatkan,” tukasnya.

Mari menerangkan, selain dari gabah padi, seluruh isi rumah habis terbakar. Termasuk pakaian, surat-surat penting, dan uang senilai kurang lebih satu juta rupiah. “Rumah korban yang terbuat dari bilik mempercepat terbakarnya rumah,” pungkasnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed