Saber Pungli Ultimatum RSUD

Peliput/Editor: ASEP HERDIANA/ASEP NURDIN/SUMEKS

Saber Pungli Ultimatum RSUD

TUMPUKAN ANTREAN: Tim Saber Pungli Kabupaten Sumedang melihat adanya tumpukan antrean di rawat jalan RSUD Sumedang, kemarin (27/8). (Insert) Tim Saber Pungsi Sumedang juga melakukan sidak di Kantor Disdukcapil Sumedang. (ASEP HERDIANA-ASEP NURDIN/SUMEKS)

Kantor Disdukcapil Ikut Disidak

KOTA – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Sumedang, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakut Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumedang, Senin (27/8).

Pada kesempatan itu, Tim Saber Pungli yang dipimpin Sekretaris Asep Tatang Sujana didampingi anggota Dr Akadun serta anggota lainya, mengultimatum manajemen RSUD Sumedang. Pihaknya, menemukan dugaan terjadi pungutan liar di sistem pelayanan masyarakat yang diberikan.

“RSUD adalah salah satu pusat pelayanan masyarakat terbesar, jika dalam pelayanannya kami menemukan masyarakat harus mengeluarkan biaya atau pungutan yang tidak sesuai aturan, kami tidak akan kasih ampun. Kami akan proses sekarang juga, ” ujar Asep Tatang.

Dalam sidak, pihaknya bertemu dengan manajemen yang diwakili Humas RSUD Sumedang Iman Budiman, beserta kepala penanggung jawab rawat jalan Eti.

Di hadapan manajemen, Asep mengemukakan keluhan yang masuk dari masyarakat terkait penumpukan antrean pelayanan di rawat jalan. Hal tersebut juga, dinilai rawan paraktik manipulasi seperti calon antrean dan mendahulukan atau mengistimewakan pasien tertentu.

“Ada laporan masuk terkait pelayanan antrean yang selalu berdesakan, seperti yang kita lihat tadi di depan. Jangan sampai di masyarakat juga berfikir bahwa ada permainan di antrean ini. Proses ini harus se-clear mungkin, karena basic proses orang berobat itu awalnya pasti di antrean,” ungkap Asep.

Senda dengan Asep, Akadun menambahkan, kegiatan kali ini merupakan monitoring untuk menghindari adanya pungutan di pusat layanan masyarakat salah satunya RSUD.

“Selain monitoring juga, tentunya kami juga menyampaikan beberapa keluhan masyarakat terkait pelayanan. Semoga pihak manajemen segera bisa melakukan pembenahan,” ungkap Akadaun.

Dia mengungkapkan, dikarenakan RS merupakan lembaga pelayanan berkaitan dengan orang banyak selain no tipping. Untuk aspek terkait SDM, diminta untuk meningkatkan keramahan. “Untuk keramahan juga semoga bisa lebih ditingkatkan lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Humas RSUD Sumedang Iman Budiman mengungkapkan, mengaku kaget dengan kedatangan Tim Saber Pungli. Namun pihaknya lega dan berterimakasih kepada tim yang sudah membantu mengawasi RSUD terutama terkait pungutan.

“Pada dasarnya, kami semua di RSUD berkomitmen memberantas pungli sampai akarnya. Kami berterimakasih kepada tim yang sudah membantu mengawasi dan menjadi kitra kami untuk lebih meningkatkan lagi pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Terpisah, Tim Saber Pungli Kabupaten Sumedang, kemarin menyambangi juga Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sumedang. “Ada beberapa hal yang kami monitoring. Di antaranya pelayanan terhadap masyarakat baik itu KTP, KK, kemudian pelayanan-pelayanan lain,” kata AKP Idan Wahyudin SH selaku Sekretaris Tim Satu Saber Pungli.

Baik itu yang menyangkut masalah administrasi, kata Idan, maupun kenyamanan dalam pelayanan terhadap masyarakat, termasuk petugas yang melakukan pelayanan. “Di Disdukcapil, kami tidak temukan hal-hal yang berkaitan dengan pungli,” ujarnya.

Karena menurutnya, dinas yang mengurus dokumen kependudukan itu, benar-benar tidak memungut biaya sepeserpun kepada para pemohon KTP. “Di sini bisa dilayani dengan baik, termasuk waktu selama pelayanan,” tambahnya.

Bahkan setelah menggali informasi dari kepala dinas terkait, Idan menyebutkan jika para petugas di Disdukcapil telah bersertifikasi. “Tidak sembarangan petugas yang melakukan pelayanan. Karena memenuhi kriteria-kriteria tertentu sesuai dengan SOP yang diberikan Disdukcapil,” tuturnya.

Di tempat sama, Kadisdukcapil Kabupaten Sumedang Agus Seksarsyah Rasyidi mengapresiasi Tim Saber Pungli yang telah melakukan tugas dan fungsinya dengan baik di kantio yang dimpinnya itu. “Kami ucapkan terimakasih kepada tim yang sudah hadir. Walau bagaimana, kekurangan itu pasti ada,” katanya.

Tentunya, lanjut Agus, hasil pemantauan dari tim menyebutkqn hasil yang positif. “Alhamdulillah, berbagai masukan ini akan coba kita antisipasi. Kita lihat nanti di Tahun 2019, bahwa sarana dan prasarana sudah harus ditingkatkan,” tuturnya. (her/nur)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.