Samri Terpanggang Si Jago Merah di Kebun Sendiri

Peliput/Editor: Atep Bimo

Samri Terpanggang Si Jago Merah di Kebun Sendiri

Sejumlah warga melayat ke rumah duka (ATEP BIMO/SUMEKS)

Previous Next

PASEH – Nasib nahas dialami Samri (75). Pasalnya, warga Dusun Babakan Kondang RT 29 RW 08 Desa Bongkok Kecamatan Paseh, itu ditemukan dalam kondisi gosong, Selasa 20 (/10), sekitar pukul 11.00.

Penuturan warga, Samri yang sudah tua renta, berangkat ke kebunnya untuk menyiangi rumput dan sampah. Kemudian, korban membakar sampah tersebut. Namun, secepat kilat, api justru membesar. Sontak, korban kaget. Saat hendak memadamkan api, Samri malah terjatuh dalam kobaran api.

Pertama kali jasad korban ditemukan, oleh memantunya, Hasan. Ketika ditemukan, posisi korban tertelungkup. Tubuhnya hangus dan beberapa bagian dalam kondisi melepuh.

Kepala Desa Bongkok Endut Muhtar mengatakan, awalnya warga tidak mengetahui ada korban jiwa. Niatan warga datang ke lokasi pun hanya untuk memadamkan api.

“Ketika di kantor, saya mendengar ada kebakaran kebun. Dari desa, saya langsung pulang ke rumah karena lokasi kebakaran dekat rumah. Setelah api padam, baru diketahui ada korban,” kata Endut kepada Sumeks, kemarin.

Endut menambahkan, korban langsung dibawa ke rumah duka. Menurut Endut, sudah empat hari ini, Samri selalu bolak balik ke kebun untuk membersihkan ilalang.

“Samri pamit kepada menantunya, Hasan untuk pergi ke kebun. Ketika terjadi kebakaran, Hasan teringat korban. Langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan korban sudah tidak bernyawa,” jelasnya.

Sementara itu, di kediaman korban, Kapolsek Paseh AKP Cahyadi menerangkan, kejadian tersebut murni musibah. Hal ini, berdasarkan kronologis yang diperoleh pihak kepolisian di TKP.

“Melihat kondisi TKP, sekeliling kebun sudah terbakar. Korban berada di tengah dan sendirian. Diduga kaget dan panik, hingga tidak dapat menghindarkan diri dari api,” terangnya.

Selain itu, sambung Cahyadi, berdasarkan keterangan keluarga, korban juga memiliki riwayat penyakit jantung dan asma. “Sehingga, kemungkinan saja korban jatuh pingsan atau asmanya kambuh saat kejadian,” tandasnya.

Dikatakan Cahyadi, barang bukti yang ditemukan di TKP, yaitu alat penyiang rumpu beserta sepatu yang dipakai korban. (atp)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js