Sanksi Tilang, Pelajar Disuruh Nyanyi Lagu Daerah

Peliput/Editor: toha hamdani/iman nurman

Sanksi Tilang, Pelajar Disuruh Nyanyi Lagu Daerah

DIHUKUM: Septian Adi Kusuma terjaring razia dan dihukum oleh anggota polisi dengan menyanyikan lagu daerah, kemarin. (TOHA HAMDANI/SUMEKS)

KOTA- Polisi rupanya tidak main-main dalam menindak pelaku pelanggaran berlalu lintas. Pasalnya, baru-baru ini insan bhayangkara itu gencar melakukan razia kendaraan baik roda dua maupun empat. Tak tanggung-tanggung, mulai karyawan, pelajar hingga tukang nyari rumput kena razia.

Salah satunyaErni (17) siswi SMK Darmaraja yang motornya terjaring Operasi Zebra lodaya 2015 tepat di Bunderan Alam Sari Sumedang, Kamis (22/10).

Dirinya kaget saat motornya diberhentikan oleh petugas, karena mereka saat berkendara tidak menggunakan helm. “Saya lupa tidak memakai Helm, karena tidak tahu bakal ada razia,” ucap Erni dihadapan sejumlah wartawan sambil menangis.

Tidak hanya itu, saat diminta menunjukan sejumlah surat kendaraan oleh petugas, Erni yang merupakan warga Desa Cikareo Kecamatan Wado, tidak bisa menunjukan dengan alasan ketinggalan.

“Karena ini motor ayah saya, jadi surat-suratnya pun dibawa oleh ayah berikut SIM-nya,” ungkapnya sambil menangis seolah tak menyangka.

Akibat dari kecerobohannya itu, Erni harus rela motor milik ayahnya itu diamankan oleh Anggota polisi yang bertugas. “Tolong dong pak, jangan bawa motor saya, nanti saya akan dimarahi,” ucap Erni saat anggota akan mengamankan motornya.

Sementara pelajar lainnya yang terkena razia, Septian Adi Kusuma, siswa SMKN 1 Sumedang, menyebutkan biasanya juga jarang terkena razia, karena setiap hari melintasi jalur ini. Namun saat ini dirinya sial sehingga terkena razia.

Septian yang merupakan warga Paseh saat diberhentikan petugas karena tidak memiliki SIM. Tidak hanya ditilang, bahkan dirinya diberi hukuman oleh anggota berupa manyanyikan lagu daerah.

“Saya disuruh nyanyi lagu sunda, lumayan bisa. Baru 1 kali ini terjaring razia, mening kaya gini hukumannya, tidak akan mengulangi kembali dan secepatnya akan membuat SIM,”ujarnya.

Sementara Kasat Lantas Polres Sumedang, AKP Zaenul Arifin, mengatakan, dalam Operasi Zebra lodaya 2015 yang dilakukan serentak diseluruh Indonesi tersebut, yang akan dimulai dari tanggal 22 Oktober sampai tanggal 4 November.

“Tujuan operasi kali ini, untuk menekan angka kecelakaan, menanamkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, dan meningkatakan kesadaran, kepatuhan masyarakat dibidang kansetibcarlantas di wilayah hukum Polda Jabar,” ujarnya.

Zaenul mengungkapkan, sekitar 80 pelanggaran dapat terungkap, dan berhasil mengamankan 9 barang bukti kendaraan yang tidak menunjukan surat-surat secara lengkap.

“Untuk masyarakat agar taat lalu lintas tanamkan taat pada diri kita dan keluarga,” ujarnya. (cr9)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js