oleh

Santri Turut Berjuang Membangun Bangsa

GRAHA Asia Plaza Sumedang mendadak diramaikan para santri dari berbagai pondok pesantren, muslimat dan Fatayat NU, majelis taklim dan siswa-siswi dari berbagai sekolah di Kabupaten Sumedang.

Senin (21/10) pagi, PCNU Kabupaten Sumedang menggelar kegiatan Istighotsah Akbar dan Gebyar 1 Milyar Sholawat Nariyah di Graha Asia Plaza Sumedang.

Kegiatan yang merupakan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke 3 pada 22 Oktober 2019 itu ditujukan untuk keselamatan bangsa.

Acara bertema ‘Santri Unggul Indonesia Makmur’ dihadiri pula oleh Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir, unsur Forkopimda, Ketua MUI Kabupaten Sumedang, Ketua PCNU, Kepala Kemenag, para pengurus MWC NU, para pimpinan pondok pesantren dan tamu undangan lainnya.

Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir mengatakan terdapat tiga kata kunci bagi para santri untuk menjadi garda terdepan dalam membangun bangsa dan negara.

Pertama, santri harus instiqomah menjadi kader NU. Kedua, dalam mengaji para santri harus mempunyai guru dengan ilmu yang jelas. Ketiga, para santri harus tunduk dan patuh pada ulama.

“Saya berharap seluruh santri harus tetap mengedepankan nilai-nilai Islam dengan faham ahlussunnah wal jama’ah. Islam yang senantiasa menyebar kebaikan, kedamaian, dan menjadi rahmat untuk seluruh alam semesta (rohmatan lil alamin), rahmat untuk sesama manusia,” ujar Dony dalam sambutannya.

Dony menilai kegiatan Istighotsah dan Gebyar 1 Milyar Sholawat merupakan kegiatan yang akan menjadikan para santri lebih termotivasi untuk lebih memberikan kontribusi yang lebih positif untuk negara Indonesia.

“Dengan istigotsah ini, kita memasrahkan diri kita untuk berdoa kepada Allah dan berharap dari-Nya untuk diberi keselamatan dan kemajuan bangsa yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Menurutnya, Hari Santri Nasional diperingati sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada para santri yang telah ikut berjuang mengorbankan jiwa dan raganya untuk memperjuangkan dan menjaga kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ini bentuk perhatian pemerintah kepada para santri yang telah ikut memerdekakan bangsa ini. Untuk itulah setelah merdeka, kewajiban para santri adalah menjaga, mempertahankan dan mengawal NKRI yang kita cintai dari rongrongan yang ada dari luar maupun dalam,” tegasnya.

Dony menjelaskan, tantangan para santri ke depan akan semakin berat. Ia meminta kepada para santri untuk hadir mengatasi masalah dan menghadapi tantangan serta memformulasikan solusi atas persoalan bangsa dan umat.

Bupati juga meminta, santri harus menjadi bagian paling depan untuk menjaha NKRI. Serta, menjadi penangkal paling depan atas anarkisme, radikalisme dan terorisme yang sekarang semakin marak.

“Kalau kita hadir menjadi bagian solusi, kita harus memiliki keilmuan, keahlian, dan daya saing yang baik. Untuk itu, di era transformasi digital seperti saat ini para santri harus melek digital dan gunakan untuk kebaikan,” paparnya.

Terakhir, ia mengajak kepada seluruh santri yang hadir dalam rangka mengisi kemerdekaan para santri diharapkan tetap belajar, berjuang, bertaqwa dan berkarya untuk negara Indonesia.

Pada acara tersebut dilakukan pula penyerahan Panji Resolusi Jihad NU dari Tim Kirab Panji yang sudah berkeliling ke beberapa kecamatan kepada Ketua PCNU Sumedang KH. Idad Istidad. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed