Satgas Kebersihan Mogok Kerja

Satgas Kebersihan Mogok Kerja

SAMPAH NUMPUK: Sudah dua hari ini Satgas Kebersihan TPS Tampomas melakukan aksi mogok kerja hingga mengakibatkan sampah menumpuk sembarangan. (ASEP HERDIANA/SUMEK)

Peliput/Editor: ASEP HERDIANA/SUMEKS

Dampak Adanya Penganiayaan pada Petugas

KOTA – Sampah di Tempat Penampungan Sampah (TPS) Tampomas, menjadi terbengkalai. Bahkan kondisinya numpuk hingga menimbulkan bau menyengat di sekitar lokasi TPS.

Hal ini terjadi, lantaran dampak dari adanya mogok kerja sejumlah petugas kebersihan selama dua hari. Menurut informasi, aksi mogok kerja ini merupakan bentuk solidaritas dari anggota Satgas Kebersihan Tampomas terhadap Ajab Sonjaya, 33, salah seorang petugas yang sempat dianiaya warga di sekitar lokasi TPS pada Senin (8/1) lalu.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang H Ayuh Hidayat, membenarkan soal adanya aksi mogok yang dilakukan satgas kebersihan tersebut.

“Memang betul, sudah dua hari ini Satgas Kebersihan TPS Tampomas mogok kerja. Mereka itu merasa kecewa dan marah kepada orang yang telah menganiaya temannya saat sedang bekerja. Karena itu, mereka sengaja mogok kerja,” katanya dikonfirmasi, kemarin (10/1).

Padahal, Ayuh menerangkan, wilayah tugas mereka sangat strategis. Hanya melakukan penarikan sampah di Kelurahan Kotakaler dan Situ yang berada di pusat kota.

Sementara terkait peristiwa penganiayaan, kata Ayuh, konon terjadi ketika korban (Ajab Sonjaya warga Dusun Pamarisen Desa Mekarjaya Kecamatan Sumedang Utara) sedang melakukan aktivitas kesehariannya di lokasi TPS Tampomas. Waktu itu, korban sedang menurunkan sampah dari motor sampah ke TPS Tampomas.

Namun tiba-tiba saja, salah seorang pemilik kios di lokasi TPS malah marah-marah. Bahkan memukulkan pipah besi pada motor sampah, dan langsung memukulkan pipah besi tersebut ke jidat korban.

“Katanya motor roda tiga menghalangi jalan ke toko milik pelaku, tanpa basa basi langsung memukul dengan pipa besi. Yang lain jadi melakukan aksi solidaritas,” tuturnya.

Peristiwa penganiayaan itu sendiri, lanjut dia, memang tidak sampai berlanjut ke penegak hokum. Karena korban tidak mau memperpanjang masalah tersebut.

Meski demikian, dampak dari peristiwa itu satgas kebersihan yang lainnya menjadi marah dan melakukan aksi mogok kerja seperti sekarang.

“Inginnya mereka si pelaku datang ke kantor minta maaf atau bagaimana, atau datang ke rumah korban. Jangan sampai timbul emosi dari para petugas, ini kan tidak baik juga,” tukasnya. (her)

Komentar

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Hosting Unlimited Indonesia