Satpol PP Belum Cabut Baliho di Tebing Binokasih

Satpol PP Belum Cabut Baliho di Tebing Binokasih

RUSAK PEMANDANGAN: Baliho yang terpasang di tebing Bundaran Binokasih Sumedang Selatan, belum dicabut oleh petugas Satpol PP. (SOBAR/SUMEKS)

PEWARTA: Asep Herdiana/Usep Adhiwihanda

KOTA – Belum lama ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang, mencopot baliho dan spanduk yang terpasang sembarang di Jalan Protokol Sumedang termasuk di Jatinangor. Namun beberapa baliho dan spanduk, masih ada yang terpasang seperti di tebing Bundaran Binokasih. Padahal lokasi tersebut, harus bebas dari baliho, spanduk dan sejenisnya supaya tidak terlihat kumuh.

Dari keberadaan baliho dan spanduk yang tidak diturunkan satpol PP mengundang sejumlah pertanyaan. Beberapa pihak ada yang protes mengapa baliho itu tidak diturunkan, sementara di tempat lain diturunkan. “Harus adil atuh, kabeh baliho kudu dicabut,” kata seseorang yang mengaku tim sukses dari salah seorang bakal calon bupati Sumedang pada pilkada mendatang, kemarin (9/8).

Pada tebing Bundaran Binokasih, terdapat tujuh baliho dan spanduk yang terpasang. Diantaranya baliho Eka Setiawan, Sidik Jafar, Yadi Mulyadi dan Dedi Mulyadi. “Baligo tersebut jelas termasuk promosi diri,” katanya.

Dikonfirmasi Kepala Satpol PP Kabupaten Sumedang H Asep Sudrajat, membenarkan bahwa kawasan Bundaran Binokasih harus terbebas dari pemasangan baliho dan sejenisnya. Terkait baliho di tebing bundaran tersebut belum diturunkan oleh petugas, pihaknya mengaku belum sempat. “Can kaburu diturunkeun ku petugas. Kami tidak pilih-pilih, semua baliho yang dipasang di tempat terlarang akan dicabut,” kata Asep di kantornya.

Sementara itu anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sumedang Zulkifli M Ridwan, ikut mengkritisi adanya sampah visual di beberapa titik terlarang. Adapun zona terlarang yang masuk dalam jalur protokol, dimulai dari Cimalaka hingga Samoja.
Salah satu titik terlarang yang dihinggapi sampah visual, diantaranya Bundaran Binokasih. Sekitaran tebing dekat taman Bundaran Binokasih itu, kini banyak ditempeli spanduk dan baliho. “Seharusnya di jalan protokol itu tidak boleh ada baliho seperti itu. Dan itu wajib ditertibkan oleh satpol PP,” katanya, kemarin.

Selain itu, Zulkifli juga menyebutkan jika Bundaran Binokasih merupakan salah satu tempat yang harus steril dari sampah visual. Bahkan larangan tersebut tertuang di dalam peraturan daerah Nomor 7 tahun 2014. “Bundaran Binohasih harus steril dari atribut-atribut yang mengatasnamakan apapun, tapi kok sekarang ada,” ujar Zulkifli.

Oleh karena itu, Zulkifli berharap agar pemerintah khususnya penegak perda, dapat segera mensterilkan zona terlarang tersebut. “Saya minta kepada Satpol PP agar baliho yang tidak sesuai aturan ditertibkan. Supaya Sumedang ini walaupun kecil tapi rapih,” sebutnya. (her/bay)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.