oleh

Satpol PP Tetap Bongkar Lapak PKL

-Headline-26 views

SUMEDANG – Gagal melakukan penertiban lapak PKL pada Senin (4/11) lalu, Satpol PP Sumedang kembali mendatangi lapak-lapak PKL di Jalan Tampomas, siang kemarin (5/11). Kedatangan anggota Satpol PP ini, masih dalam tugasnya untuk menertibkan ketidaknyamanan.

Kasatpol PP Kabupaten Sumedang, Bambang Riyanto menyatakan, Satpol PP bekerja berdasarkan perintah dan ini merupakan tugasnya. Sehingga, kata dia, PKL harus menaati peraturan yang ada.

“Kami di sini meminta dukungan dari para PKL yang di mana kita ini sama. Sama-sama memelihara ketentraman dan ketertiban umum, serta menegakkan peraturan daerah yang ujung-ujungnya untuk masyarakat Sumedang juga,” katanya.

Dijelaskannya, pihaknya bertugas untuk membantu kepala daerah dalam menciptakan suatu kondisi yang tentram, tertib dan teratur. Sehingga, penyelenggaraan roda pemerintahan dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat dapat melakukan kegiatannya dengan aman.

“Kami tahu para PKL tidak terima lapaknya kami bongkar, tapi mau gimana lagi, ini sudah tugas kami. Sekali lagi kami minta maaf, bila ingin komplen bisa diajukan langsung kepada pemerintah daerah, bukan kepada kami, karena kami hanya melakukan tugas saja,” ujarnya saat melakukan percakapan dengan para PKL di dekat Pasar Sumedang Kota.

Di sisi lain, Imam Kosasih, salah satu PKL mengungkapkan, bahwa pihaknya meminta keadilan. Bila memang lapak mereka dibongkar, petugas harus membongkar semuanya, termasuk lima kios yang berada di dalam pasar.

“Kami di sini menuntut sebuah keadilan, upaya Pemkab Sumedang merelokasi para pedagang justru menimbulkan kerugian. Para pedagang sudah mencoba berdagang di Lantai 2 Pasar Sumedang Kota selama beberapa bulan, namun jualannya sepi tak ada pembeli dan tak sedikit pedagang yang berjualan, di sana bangkrut,” ucapnya. (cr2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed