oleh

SDM Hambat Pengembangan Wisata

KOTA – Untuk menciptakan daerah yang menjadi tujuan wisata unggulan, selain harus mempunyai potensi wisata yang memadai tentunya harus didukung juga Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai. Salahsatu yang menjadi faktor penting, yakni peran serta masyarakat dalam ikut mengembangkan pariwisata di daerah setempat.

Namun banyak yang menilai, saat ini masyarakat belum sadar untuk menyambut wisatawan lokal dan luar daerah. “Saya perhatikan di Sumedang masyarakatnya belum sadar wisata. Dan ini perlu ditingkatkan untuk menjamu para wisatawan yang datang dan berkunjung ke Sumedang,” tutur Wakil Ketua Kadin Jawa Barat H Nana Mulyana saat kunjungannya beberapa waktu lalu.

Apalagi menurutnya, menghadapi masa Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), SDM daerah dituntut mempuyai daya saing yang tinggi. Sebab bukan hanya harus bersing dengan para pekerja lokal, tapi persaingannya sudah level internasional. Tenaga kerja asing akan banyak masuk ke Indonesia, bahkan hingga pelosok daerah. “Kalau tidak bisa bersaing, kita hanya cuma jadi penonton,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi itu, solusinya dengan upaya daerah mengoptimalkan fungsi Badan Latihan Keterampilan (BLK) sehingga kompetensi dan keterampilan para pekerja lokal bisa lebih meningkat lagi dan siap bersaing dengan tenaga kerja luar. Kemudian di sektor pendidikan kejuruan harus lebih dimaksimalkan dan dikuatkan lagi. Hal itu dapat dilakukan dengan menambah jumlah sekolah-sekolah kejuruan, sehingga bisa menghasilkan generasi yang siap kerja dan terjuan ke dunia industri.

“Kalau di luar negeri seperti Philipine, siswa SMK itu pelajaran kompetensinya hampir setara dengan S1 di kita. Selain penguatan di sektor yang tadi, tentunya pemerintah juga harus concern mendukung upaya ini, jangan setengah setengah. Sebab ini adalah hal yang akan jadi penentu, apakah kita bisa bersaing atau hanya jadi penonton saja,” katanya. Menurut Nana, daerah yang masyarakatnya sudah sadar wisata sangat menunjang untuk meningkatkan wisatawan yang datang dan bisa dijadikan tolok ukur sebuah daerah wisata. Bila masyarakat Sumedang pun bisa sadar wisata mulai dari tukang becak, angkot, parkir, pedagang dan yang lainnya, maka Sumedang bisa seperti Yogyakarta dan Bali.

“Semua harus sadar wisata mulai dari tukang becak, angkot, pedagang dan semua yang berkaitan itu harus ramah, termasuk masyarakatnya,” jelasnya. Selain itu, dia menambahkan, Sapta Pesona Wisata juga harus ada. Hal itu bisa menumbuhkan kesan tersendiri bagi wisatawan. Sapta Pesona Wisata itu yang harus dimiliki Cirebon adalah aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan. Dipastikan, semua hal itul yang dicari wisatawan. “Masyarakat sadar wisata perlu ditingkatkan lagi,” tukasnya. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed