Sehari PDAM Kirim 12 Tangki Air, Terus Subsidi Korban Bencana Alam

Peliput/Editor: atep bimo

Sehari PDAM Kirim 12 Tangki Air, Terus Subsidi Korban Bencana Alam

DOK SUMEKS ANTRI: Para korban bencana alam saat antri di Posko Bencana Alam Blok Pamoyanan Desa Sakurjaya Kecamatan Ujungjaya, belum lama ini.

CIMALAKA – PDAM Tirta Medal Sumedang, terus mensubsidi keperluan air bersih bagi 106 kepala keluarga (KK) korban bencana alam di Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujungjaya. Dalam sehari, disediakan dalam jumlah 12 tangki berukuran empat kubik air yang disalurkan kepada mereka.

Air itu, diambil dari PDAM Tirta Medal langsung kurang lebih sebanyak dua tangki. Selanjutnya, air untuk korban bencana alam diambil dari PDAM Cabang Ujungjaya, karena mengingat jarak yang cukup dekat.

Direktur PDAM Tirta Medal, H Tatang Hidayat SE, melalui Kabag Humas, Asmara Widaningsih SE mengatakan, mobil yang disediakan untuk korban bencana alam di Blok Pamoyanan, Desa Sakurjaya, sebanyak dua mobil dan dikirim dalam enam kali pengiriman.

“Jadi kurang lebih 48 kubik air dalam sehari dikirim untuk para korban bencana alam di Ujungjaya,” ujar Asmara kepada Sumeks di kantornya, Rabu (19/10).

Asmara menerangkan, jumlah tersebut dirasa cukup untuk kebutuhan pokok 106 KK korban bencana alam. Termasuk, bagi kebutuhan air minum dan mandi para korban bencana alam.

“Air di Blok Pamoyanan akan disimpan di torn yang telah disediakan PDAM Tirta Medal. Torn yang disediakan sebanyak 15 buah,” terangnya.

Penyediaan air itu, akan terus dilakukan selama belum ada tempat relokasi yang tetap bagi korban bencana alam. Kecuali kalau di Huntara akan dijadikan hunian tetap, kata dia, di lokasi tersebut harus dibuat jaringan PDAM.

“Sementara ini, penanggulangan penyediaan air terus melalui tangki air dulu. Selanjutnya mungkin akan menunggu keputusan dari Pemkab Sumedang terkait korban bencana alam,” katanya.

Terpisah, Koordinator korban bencana alam di Huntara, Dede Rahmat mengatakan, selama ini penyediaan air untuk warga dari PDAM Tirta Medal Sumedang, sangat mencukupi. Seluruh kebutuhan akan air terpenuhi.

“Alhamdulillah, penyediaan air sangat cukup bagi para korban bencana alam di Blok Pamoyanan Desa Sakurjaya. Bahkan, dalam masa transisi ini masyarakat akan kembali kehidupan sosialnya menuju normal,” ujarnya.

Tetapi, kata dia, keberadaan keran air bagi warga masih kurang. Hingga saat mengambil air, warga harus antri terlebih dahulu.

“Antrean memang tidak cukup panjang. Namun, alangkah baiknya jika jumlah keran ditambah karena semakin hari warga korban bencana alam terus berdatangan,” pungkasnya. (atp)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.