oleh

Sejumlah Jalan di Ganeas Siap Ditingkatkan

GANEAS – Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2020, Kecamatan Ganeas akan melakukan sejumlah pembangunan dalam bidang infrastruktur. Di mana dicantumkan, untuk Pagu Indikatif Kecamatan (PIK), dianggarkan sebesar Rp 596 juta.

Sebelumnya, setiap desa mengusulkan dua item, baik itu infrastruktur maupun non infrastruktur. Sehingga dari delapan desa yang ada di Kecamatan Ganeas, ada 16 titik yang diusulkan masyarakat.

Dari jumlah tersebut, pihak kecamatan kemudian melakukan pra musrenbang di tingkat desa untuk musyawarah. Sehingga, menghasilkan empat usulan untuk diprioritaskan, dan salah satu diantaranya peningkatan UPPKS melalui segmen-segmen keluarga sejahtera pada UPTD terkait dengan anggaran sekitar Rp 96 juta.

“Jadi, itu kami skoring hasil musyawarah tersebut. Dan ada indikatornya sehingga kami prioritaskan yang paling tinggi skoringnya,” ujar Camat Ganeas, Iman Kardiman kepada Sumeks, Rabu (5/2).

Sedangkan untuk yang fisik, di antaranya peningkatan Jalan Ganeas-Citendo. Dengan aspek pemerataanya yakni Desa Sukaluyu yang belum tersentuh setelah beberapa tahun. “Kami anggarkan untuk itu sekitar Rp300 juta. Dan itu merupakan aspirasi masyarakat, sehingga masuk skala prioritas,” terangnya.

Selain itu, lanjut Iman, ada juga usulan untuk ruas jalan Cikoneng-Gorowong yang menuju ke arah Desa Sukawening dan Dayeuh Luhur. “Jalan kabupatennya hanya itu, dan angkanya mencapai Rp 100 juta untuk itu,” sebut Iman.

Sementara itu, sisa anggaran lainnya Iman ingin mendongkrak destinasi wisata yang ada di Kecamatan Ganeas. Salah satunya adalah destinasi wisata religi Makam Prabu Geusan Ulun yang berada di Dayeuh Luhur.

Salahsatu bentuk dukungan untuk wisata tersebut adalah dengan adanya peningkatan infrastruktur jalan sebagai akses keluar masuknya wisatawan.  “Jadi, teknisnya untuk transport pengunjung masuk saat padat bisa ke Dayeuh Luhur melalui Desa Ganeas, dan keluarnya ke jalan  Bangbayang. Yang akan ditingkatkan itu jalan di Bangbayang ini,” paparnya.

Namun demikian, kata Iman, untuk meningkatkan jalan tersebut terbilang tidak mudah. Pasalnya status jalannya merupakan jalan desa. Akan tetapi, pihak Kecamatan bisa mengupayakan peningkatan tersebut dan dimasukan dari IPK, jika sudah dimasukan status jalan strategis untuk menunjang kepariwisataan.

“Kalau nanti tidak bisa ditetapkan jadi jalan strategis, maka akan di alihkan ke nonfisik. Yaitu untuk pembinaan Bumdes, karena kami ingin meningkatkanya lagi. Dan penentuannya nanti akan dimusyawarahkan,” tuturnya.

Di luar daripada itu, pihak kecamatan juga menerima usulan untuk PISKPD terkait rehab sekolah. Dimana dari 8 desa terdapat 7 desa yang mengusulkan. (bay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed