oleh

Sekolah Jalin Komunikasi dengan Desa

Atasi Kesulitan Sinyal Provider Selama BDR

SUMEDANGEKSPRES.COM, KOTA – Dalam beberapa pekan ini, proses kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dalam jaringan (daring) atau belajar dari rumah (BDR). Sebab itu, sebelum memasuki awal tahun ajaran 2020/2021, pihak sekolah pun sudah menyiapkan metode, termasuk pemetaan siswa-siswinya.

“Jadi, sebelum memasuki tahun ajaran baru, kita melakukan pemetaan mengenai perangkat yang dipunyai siswa. Sebab, ada potensi anak didik tidak punya perangkat, di antaranya HP Android, laptop atau juga komputer,” ujar Kepala SMAN 3 Sumedang Eddy Sumadie SPd didampingi Wakasek Humas Kusman Rukmana MPd ketika ditemui Sumeks di ruangan kerjanya kemarin.

Terang Kusman, dari sejumlah siswa yang ada, ternyata yang tidak punya sama sekali perangkat tersebut, sebanyak tiga siswa. “Mereka kita panggil dan kita kemudian melakukan satu kerjasama dengan beberapa desa atau kelurahan yang ada di Sumedang, untuk memfasilitasi anak-anak yang tidak punya alat tersebut,” ujar dia.

Sebab, kata Kusman, biasanya di desa memiliki fasilitas WiFi, laptop dan juga komputer. “Alhamdulillah semua desa yang yang kita ajak komunikasi, mereka menyambut baik dan mereka memberikan fasilitas terhadap anak-anak SMAN 3 untuk belajar,” tutur dia.

Selanjutnya, kata dia, terdapat sekitar 70an siswa yang lokasi domisilinya tidak terjangkau jaringan internet. “Jadi tidak hanya bicara tentang kuota, mereka juga kalau pun punya kuota, susah mendapatkan jaringan. Makanya, ketika mereka belajar di desa, menjadi satu solusi bagaimana kelemahan tentang jaringan bisa teratasi,” beber Kusman.

Berikutnya, terang dia, pihaknya mencoba memberikan solusi lain, berupa pemberian kuota. “Tahun ini memang belum diberikan karena masih proses pemetaan dan kuota itu kan sifatnya sementara, tidak bisa dianggap akan terus-menerus sehubungan kondisi saat ini masih pandemik,” ujarnya.

Diapun sangat berharap, pandemik segera berakhir dan belajar mengajar bisa dilakukan secara tatap muka di sekolah. Kusman juga menerangkan, di SMAN 3 Sumedang terdapat belasan mata pelajaran yang dibagi empat rumpun. Ada rumpun Bahasa, Umum, IPS dan IPA.

Rumpun itu, terang dia, membuat satu kolaborasi pembelajaran dengan tujuan supaya materi yang disampaikan ke anak bisa efektif tetapi kompetensi dasarnya bisa dapat dengan kolaborasi itu. “Diharapkan itu bisa efektif, materi tersampaikan meskipun proses evaluasi diserahkan kepada masing-masing mata pelajaran,” tutur dia.

Namun demikian, untuk materi pelajaran, pihaknya menyusun secara rumpun dan sudah berjalan kurang lebih 1-2 minggu ini. “Anak-anak yang tidak bisa ikut langsung mengikuti pembelajaran, bisa mengakses di sekolah atau di YouTube, sebagai bentuk kemudahan anak-anak belajar di SMA 3 Sumedang,” pungkas dia. (ahm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

2 komentar

News Feed