Sekolah Kekurangan Kelas

Sekolah Kekurangan Kelas

SERIUS BELAJAR: Sejumlah siswa SMP Bina Harapan Jatigede serius belajar di dalam kelasnya. Sayang, sekolah baru ini belum banyak memiliki ruang kelas menjelang penerimaan siswa baru di tahun ajaran nanti.

Peliput/Editor: HERI PURNAMA/SUMEKS

Pengurus SMP Bina Harapan Resah

JATIGEDE – SMP Bina Harapan Jatigede yang belum lama ini berdiri, mulai menemui keresahan. Sebab, menjelang tahun ajaran baru di tahun depan, SMP di Desa Mekar Asih Kecamatan Jatigede ini masih kekurangan ruang kelas.

Padahal, respon masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah baru ini cukup banyak. Terutama warga yang merupakan terdampak Waduk Jatigede.

Salah seorang pendiri SMP tersebut Cecep Odim menuturkan bahwa pihaknya baru memiliki dua lokal bangunan kelas.

“Saat ini kami baru memiliki dua ruang kelas yang digunakan untuk ruang kelas tujuh dan ruang guru hasil swadaya dan pengumpulan dana dari donatur tahun lalu”, ujarnya, kemarin (14/12).

Sampai saat, ini pihaknya masih kebingungan jika nanti memasuki tahun pelajaran baru, siswanya akan ditampung di mana. Meskipun ruang guru yang ada saat ini digunakan, daya tampungnya pun hanya untuk 30 siswa saja. Sedangkan perkiraan siswa baru, lebih dari itu. Belum lagi, nanti para guru dan peralatan sekolah lainnya akan di simpan di mana.

“Banyak hal yang saat ini sedang kita pikirkan. Namun belum ada titik terangnya,” ucapnya.

Dikatakan, tingginya minat masyarakat untuk menggunakan jasa SMP tersebut, karena memang lokasinya di wilayah terpencil dan minim sarana pendidikan tingkat SLTP.

“Wajar kalau minat masyarakat tinggi, karena di sini belum ada sekolah tingkat SLTP,” katanya lagi.

Masih di lokasi yang sama, Kepala SMP Bina Harapan Jatigede Yuli Sintanawati menjelaskan, awalnya pihaknya telah mencoba menanyakan perihal pendirian SMP Negeri ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. Mengingat SDN Leuwihideung, SDN Cidadap dan SDN Cadasngampar hilang karena tergenang Waduk Jatigede. Dan kebetulan sebagian besar OTD asal desa tersebut pindah ke Desa Mekarasih.

“Namun Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang belum memiliki rencana tersebut, sehingga akhirnya karena keadaannya dipandang urgen, didirikan SMP swasta dalam naungan yayasan,” jelas Yuli.

Dalam pembangunannya, para pendiri melakukan penggalangan dana baik berupa uang, bahan, tenaga, bahkan makanan. “Alhamdulillah, pembangunan SMP bisa terwujud, meski saat ini tersandung masalah kekurangan ruangan,” ucapnya.

Bahkan saat ini, SMP Bina Harapan Jatigede belum mendapatkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sebab, syarat suatu sekolah mendapatkan bantuan harus memiliki izin Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan Izin Operasional Sekolah. Sehingga untuk pemenuhan kebutuhan operasional sehari-hari para guru melakukan iuran dan menggalang program donasi.

“Ya, karena status sekolah kami baru untuk sementara kami belum mendapatkan BOS. Kami baru menempuh izin PPDB bulan lalu sedangkan untuk Izin Operasional secara prosedural baru bisa diajukan tahun depan. Istilahnya kita harus berpuasa dulu saja,” pungkasnya. (eri)

Komentar

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Hosting Unlimited Indonesia