oleh

Selalu Gunakan Masker ‘Covid Awareness’

SUMEDANGEKSPRES.COM – Seorang Dokter Spesialis – Subspesialis yang juga Dosen Fakultas Kedokteran, sekaligus Ketua umum KomNasKes, Patrianef Darwis menjelaskan tentang pentingnya menggunakan masker.

Selama ini yang selalu didengungkan adalah jangan gunakan masker. Masker hanya untuk orang sakit. Dan pejabat pejabat kita memberikan contoh. Kemana mana tanpa masker.

Dalam kondisi normal, hal ini betul.
Dalam kondisi sehari hari dimana seseorang flu, maka dia sebaiknya menggunakan masker untuk melindungi orang lain agar tidak tertular. Orang yang sehat tidak perlu.

Dalam kondisi wabah COVID-19 sekarang berbeda. Ternyata banyak pasien yang tidak bergejala ataupun kalau bergejala hanya ringan. Tetapi mereka tetap dapat menularkan kepada orang lain.

Dan penularannya sangat mudah.
Cukup hanya dengan percikan air dari mulut saat berbicara.
Kalau batuk akan lebih mudah lagi.

Masalahnya pada kondisi begini, yang bersangkutan merasa sehat sehingga tetap beraktifitas tanpa masker.

Bahkan mungkin tanpa batuk, tanpa demam namanya Asymptomatik. Dan orang lain sekitarnya juga tanpa masker karena merasa sehat juga. Akibatnya mereka menjadi sumber penularan dan orang sekitarnya jadi korban.

Di kantor mereka menularkan kepada banyak orang . Terutama saat rapat, apalagi jarak dekat.
Tambah kebiasaan cipika cipiki, juga salaman. Makanya banyak pejabat yang terkena , karena mereka sering rapat dan diskusi.

Dirumah mereka menularkan ke keluarga. Makanya banyak suami atau istri yang terkena, anak bahkan sopir. Apalagi anak kecil sampai di rumah digendong.

Di Pesawat Terbang, Kereta Api, MRT, Mobil, mereka menularkan pada orang orang sekitarnya. Tidak perlu pakai batuk, berbicara saja sudah bisa menebarkan droplet sejauh 1 meter. Ditambah lagi ruangan tertutup, bertambah besar risikonya.

Di lift mereka menularkan, jarak dalam lift terlalu dekat, kurang satu meter. Mereka berbicara saja bisa mengeluarkan droplet, apalagi kalau batuk. Dan kita jadi korban, jika batuk, nempel di tombol lift. Kita pencet, nempel ditangan kita. Kalau batuk lebih jauh bisa sampai 6 meter. Kita kucek mata, cowel hidung, atau usap bibir ya terkena.

Berbelanja, jika kasir sakit tanpa gejala dan tidak menggunakan masker berapa banyak orang yang berbicara dengannya. Jarak kurang dari satu meter jadi korban.

Di bank atau kantor, jika ada tamu terkena tanpa gejala. Front office terkena juga tanpa gejala. Petugas Front Office karena merasa sehat tidak mengenakan masker.
Menularkan kepada pelanggan pelanggan lainnya. Hanya satu orang bisa menjadi sumber penyakit bagi banyak orang.

Makanya gunakan masker, walaupun merasa sehat. Untuk petugas kesehatan sehari hari gunakan masker bedah. Untuk yang berhadapan dengan pasien terduga, gunakan masker N95. Untuk orang awam, gunakan masker kain.

Masker kain saja sangat membantu. Yang penting ada beberapa buah, sehingga bisa gantian. Habis dipakai sampai di rumah langsung masuk mesin cuci atau rendam dengan lisol atau detergen.

Jepang adalah negara yang rakyatnya konsisten menggunakan masker. Mereka sudah jauh lebih dahulu terkena COVID-19, kasusnya sedikit. Cheko juga ketat menggunakan masker, mereka lebih dahulu terkena daripada kita dan kasusnya juga sedikit.

Jadi, gunakan masker, anda melindungi kami dan kami melindungi anda. I protect you and you protect me. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.