Senin, 3 Agustus 2020

Sumedang Ekspres

Bacaan Utama Warga Sumedang

Anggota DPRD Sumedang saat meninjau lokasi perajin keramik

KUNJUNGAN: Anggota DPRD Sumedang saat meninjau lokasi perajin keramik di Desa Sawahdadap Kecamatan Cimanggung, kemarin. Iman Nurman/Sumeks

Semasa PSBB, Perajin Keramik Paceklik

SUMEDANGEKSPRES.COM– Dampak Pandemi Covid-19, tak hanya ke warga miskin saja yang kena dampaknya. Perajin keramik di Dusun Cuklik Desa Sawahdadap Kecamatan Cimanggung, pun mengalami kerugian yang besar. Mereka mengaku pesanan turun drastis paska pemberlakuan PSBB.

“Ya pesanan turun drastis, karena daya beli masyarakat menurun imbas PSBB. Jangankan pesan keramik, mungkin buat makan juga susah. Karena banyak karyawan yang kena PHK dan sulit mencari lapangan kerja,” kata Camin pemilik perajin keramik.

Dirinya pun meminta, agar pemerintah Kabupaten Sumedang memberikan suntikan modal paska usahanya sempat vakum gara gara PSBB dan korona. Sebab, tak sedikit karyawan yang dirumahkan sementara kewajiban membayar THR harus dipenuhi. “Kami juga meminta legalitas atau perpanjangan surat izin usaha karena sudah habis,” katanya.

Baca Juga:
Covid 19, Pembangunan Fisik Terhambat

Konflik Bansos Harus Dicegah, Apdesi Akomodir Pengajuan Baru

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Sumedang Asep Kurnia dan Dudi Supardi saat meninjau di lokasi mengatakan, kerajinan keramik Putra Pusaka sudah berdiri sejak tahun 1982. Meskipun begitu, perusahaan yang sudah puluhan tahun itu sangat terkena dampak covid-19.

Namun sejalan dengan masa Adaptasi Kebiasan Baru (AKB), usaha tersebut kembali berjalan. “Permintaan dari kang Camin, pemilik usaha ingin legalitas usahanya diperpanjang, karena sudah habis. Kemudian, untuk menutupi biaya produkai dia ingin mendapatkan tambahan modal usaha,” katanya. Sebagai tugas wakil rakyat, lanjut Akur, pihaknya siap memfasilitasi pengusaha atau perajin minimal bisa mempermudah perizinan usahanya. “Mudah-mudahan kami bisa mengikhtiarkan, minimal untuk perpanjangan legalitas usahanya,” tandasnya. (imn)