Sempat Surut, Cibawang Banjir Lagi

Sempat Surut, Cibawang Banjir Lagi

RENDAM SAWAH: Air masih merendam areal pesawahan di Blok Cibawang Desa Sukasirnarasa Kecamatan Rancakalong.

PEWARTA: ENGKOS/SUMEKS

RANCAKALONG – Banjir Cibawang dampak Disposal Tol Cisumdawu di Desa Sukasirnarasa Kecamatan Rancakalong, kemarin (20/11) kembali naik. Bahkan kini, air masuk lagi ke dapur rumah Asep Sutarya.

“Aliran Sungai Cibawang yang tertutup longsoran tanah kembali terhambat dan menyebabkan air kembali naik dan menyebabkan banjir,” terang Asep ketika dihubungi via telepon.

Dikatakan, Asep sejak kemarin siang luapan Sungai Cibawang terus meluas. Bahkan sudah kembali merendam kolam miliknya yang berada di bagian belakang rumah.

“Terus terang saya juga jadi kesal. Baru juga dibersihkan kini kembali air masuk lagi,” keluh Asep.

Belum diperbaikinya saluran Sungai Cibawang, menurutnya, memang membuat warga Cibawang kecewa. Sebab bila dibiarkan, air akan kembali naik seperti kejadian sebelum air surut pada Jumat dini hari lalu.

Bahkan lanjut Asep, bila terus terusan hujan bukan tidak mustahil air akan kembali merendam jalan hingga memutuskan jalur transportasi Rancakalong-Tanjungsari.

“Siang kemarin saja air juga sudah mulai naik ke badan jalan, walaupun memang masih sedikit. Dan bila daerah Cibawang terus diguyur hujan, maka dipastikan air juga akan kembali memutus jalan karena aliran sungai masih terhambat,” tuturnya.

Sementara itu warga lainnya Wira, 65, cukup kesal dengan selalu meluapnya aliran Sungai Cibawang hingga menyebabkan sawah miliknya seluas kurang lebih 200 tumbak gagal panen.

“Sawah milik saya lokasinya dekat aliran Sungai Cibawang. Dan sejak adanya disposal serta dipasang gorong-gorong di aliran sungai sering menimbulkan banjir,” terangnya.

Diakuinya, sudah sekitar satu tahun ini sawah miliknya selalu gagal panen karena terendam luapan Sungai Cibawang. Padahal sawah tersebut menjadi tulang punggung keluarganya, guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Puguh abdi ge kesel. Can ge kaala parena tos kabanjiran. Digarap deui dipelakan kabanjiran deui wae,” terangnya.

Ditambahkannya, sejak setahun terakhir, banjir kali ini yang paling parah. Selain merendam areal sawah yang lebih luas, air juga naik ke jalan serta merendam rumah dan juga penggilingan padi milik Asep. (her)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.