Selasa, 4 Agustus 2020

Sumedang Ekspres

Bacaan Utama Warga Sumedang

Net/Illustrasi

Seorang Jamaah Positif Covid, Masjid Langsung Ditutup

Lima Jamaah Lainnya Harus Isolasi Mandiri

SUMEDANGEKSPRES.COM – Lima orang warga Desa Sukajaya Kecamatan Sumedang Selatan diwajibkan melakukan isolasi mandiri. Pasalnya, mereka melaksanakan solat ashar berjamaah dengan salah satu jamaah yang terkonfirmasi Covid-19, Rabu (8/7).

Kepala Desa Sukajaya Nenden Dewi Raspati mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kecamatan untuk menindak lanjuti kelima warganya tersebut.

“Besok akan ditindaklanjuti apakah akan di rapid atau swab,” ujarnya kepada Sumeks.

Nenden juga menyebutkan, usai kejadian tersebut masjid yang digunakan untuk shalat ashar itu langsung disterilkan dan disemprot disinfektan oleh pihak Dinas Kesehatan dan PMI Kabupaten Sumedang.

“Dari magrib dan isya, sudah tidak bisa digunakan. Langsung distrilkan sampai saat ini dan sudah pengamanan. Masjid juga tidak akan digunakan sampai batas waktu yang ditentukan,” terangnya.

Diketahui, salah seorang warga Kecamatan Sumedang Selatan, dinyatakan terkonfirmasikan positif Covid-19. Hal tersebut berdasarkan dari hasil Swab yang dilakukan pada tanggal 2 Juli 2020 kemarin.

Belakangan disebutkan, yang bersangkutan sering melakukan perjalanan ke luar kota.

Saat dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Sumedang Iwa Kuswaeri membenarkan adanya hal tersebut.

“Memang benar ada yang positif, hasil swab seminggu kemarin. Tapi saat ini masih dalam proses tracking,” ujarnya saat dihubungi Sumeks melalui telepon selullar.

Iwa juga menyebutkan, pasien tersebut baru saja dijemput dikediamannya oleh tim dari Dinas Kesehatan untuk dibawa ke RSUD Sumedang.

“Iya yang bersangkutan baru masuk rumah sakit tadi sore. Tetapi belum masuk ruangan dan belum diisolasi. Kami pun belum bisa memberikan informasi yang lengkap,” terangnya.

Bahkan, lanjut Iwa, hingga saat ini tim medis masih melakukan tracking terkait riwayat perjalanan yang bersangkutan, selama 14 hari yang lalu.

Termasuk diantaranya adalah orang – orang yang terbilang dekat dengan pasien tersebut.

“Untuk informasi lengkapnya kita tunggu besok,” sebutnya. (nur/bay)