Setuju Kritikan Kang Dedi ,Agar Golkar Makin Kuat dan Solid

Setuju Kritikan Kang Dedi ,Agar Golkar Makin Kuat dan Solid

BINCANG: Ketua DPD Partai Golkar Sumedang, Dedi Mulyadi, saat berbincang dengan kader Partai Golkar usai membuka Musda IX DPD Partai Golkar Sumedang, belum lama ini. (IGUN GUNAWAN/SUMEKSi)

PEWARTA: Igun gunawan

KOTA – Pasca Musyawarah Daerah (Musda) IX Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Sumedang, menuai sejumlah harapan dari para elit politik senior yang berasal dari partai berlambang pohon beringin itu. Walaupun sempat ada ketidakpuasan dari sejumlah pihak, namun harapan untuk membangun Sumedang tetap kokoh di dalam partai yang menjadi penguasa saat orde baru.

“Saya kira kalau orang berbicara puas, mungkin akan berbeda-beda. Saya akan merasa puas kalau pemilihan tersebut melalui mekanisme organisasi dan melalui aspirasi. Oleh karena itu, pada Musda tersebut saya hadir dari awal sampai berakhir. Menurut saya, seharusnya sebelumnya ada sidang paripurna ke satu hingga ke tiga. Setiap ada perubahan, setiap ada keputusan itu melalui pleno paripurna. Nanti disana tata tertib disahkan, aturan disahkan, segala sesuatu disahkan sampai kepada pemilihan pimpinan,” Kata Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kabupaten Sumedang, H Ali Badjri, kemarin.

Meski demikian Ali memberikan apresiasi atas pengokohan ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, dengan terpilihnya Sidik Jafar sebagai ketua baru menggantikan Taufik Gunawansyah. Namun, ia juga berharap agar dua kandidat lainnya dapat dimasukan kedalam posisi strategis di kepengurusan saat ini.

“Pemilihan pimpinan diklarifikasi persyaratannya, ternyata tiga orang ini memenuhi syarat. Bung Yogi, Bung Jafar dan Bung Edi, mereka memenuhi syarat. Pada kejadian kemarin, Yogie dan Edi menyatakan mundur dari pemilihan tersebut dan menyatakan suaranya untuk mendukung Jafar. Tinggal tugas ketua untuk menyusun kepengurusan yang lain melalui forum formatur. Jangan lupa, yang tadi mengundurkan diri itu harus diakomodir untuk menggerakan organisasi, itupun kalau dia mau kecuali tidak mau.
Jangan hanya karena mereka mundur lalu dicoret, jangan begitu. Jangan sampai mereka berada diposisi bidang,” tambahnya.

Sementara itu, meski ada kritikan tajam dari Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengalir saat suasana Musda berlangsung. Ali berharap itu akan menjadi cambuk agar Golkar Kabupaten Sumedang semakin solid dan kuat.

“Saya setuju dengan Dedi Mulyadi, jika seharusnya gedung Musda tersebut diisi penuh oleh semua anggota Golkar. Harusnya mereka taat dong, ini Musda 5 tahun sekali. Datang lah jangan membuat rapat-rapat tersendiri, harusnya penuhi gedung Musda. Kritik Kang Dedi merupakan kritikan membangun untuk kemajuan organisasi, dan karena wajar beliau seperti itu, soalnya persiapannya memang tidak matang,” sebutnya. (bay)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.