oleh

Sidang Virtual, Wisuda PGSD Penjas Bakal Online

SUMEDANGEKSPRES.COM – Menjadi sejarah Prodi Pendidikan Jasmani (Penjas), ujian sidang Karya Tulis Ilmiah (KTI) dilaksakan secara online. Sebab, sejak berdiri pada 2004 silam, Prodi Penjas yang ber- reinkarnasi dari Sekolah Guru Olahraga (SGO) , selalu melakukan ujian sidang tatap muka.

“Kali ini, yang terdaftar untuk sidang KTI online, sebanyak 101 orang. Dan, jadwal sidangnya terbagi pada tiga gelombang,” ujar Ketua Prodi PGSD Penjas UPI Sumedang Dr Ayi Suherman MPd ketika ditemui Sumeks, di ruangan kerjanya kemarin.

Untuk gelombang pertama, dilaksanakan pada 24 Juni lalu, diikuti sebanyak 24 orang. Dan semuanya dinyatakan lulus. “Gelombang kedua dilaksanakan 17 Juli dan akan diikuti sebanyak 35 orang. Sedangkan gelombang ketiga, sekitar 50an mahasiswa yang pelaksanaannya diperkirakan pada awal atau pertengahan Agustus nanti,” beber Ayi.

Pada gelombang pertama, sidang dilaksanakan menggunakan aplikasi Zoom Meeting yang dibagi tujuh kelompok. “Gelombang kedua besok (hari ini, red), akan diikuti 35 mahasiswa yang dibagi tujuh kelompok, masing-masing, lima orang,” jelas Ayi.

Untuk kategori penilaian, kata Ayi, ada dua. Yakni penilaian oleh pembimbing. Dan, kedua dari nilai KTI yang dilaksanakan saat sidang. Jadi ada tiga penguji. Sesuai tugasnya, ada yang menguji tentang karya tulis ilmiah, konten dan metode risetnya,” beber dia.

Untuk menentukan yudisium atau kelulusan, nilai nilai tersebut digabung dengan nilai mata kuliah selama 8 semester. “Nanti dikasih bobot masing masing, sehingga ditentukan mata kuliah indek prestasi dengan nilai sidang skripsi. Kemudian, ditentukan berapa yudisium, apa cumlaude, sangat memuaskan atau memuaskan,” terang Ayi.

Ayi berharap, seluruh mahasiswa yang terdaftar sidang, bisa lulus seluruhnya. “Nanti wisuda akan ikut gelombang kedua. Karena gelombang pertama belum ada yang lulus. Dan kemungkinan besar nanti wisudanya juga daring,” terang dia.

Sebagai informasi tambahan, PGSD Penjas secara historis, kelahirannya dari SGO Negeri Sumedang pada tahun 1980 hingga 1989-90, yang selanjutnya seluruh SGO di tanah air ditutup.

Dan, selanjutnya SGO menjadi bagian UPI Kampus UPP4. Dan selanjutnya pada 2004 berdiri PGSD Penjas. “Fasilitas dan dosen-dosen penjas merupakan Alihan dari SGO. Sehingga tahun ini, saya saja yang dulu guru SGO yang paling muda, saat ini sudah usia di atas 65 tahun. Dan 2025 hampir 50 persennya dosen yang dari SGO bakal pensiun dari UPI,” pungkas Ayi. (ahm/adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed