Siswa Demo Pihak Sekolah Terkait Pungutan Liar

Peliput/Editor: iqbal/iman nurman

Siswa Demo Pihak Sekolah Terkait Pungutan Liar

MELINTAS: Seorang pengendara motor melintas di depan SMA Negeri I Tanjungsari Jalan Raya Bandung-Sumedang, kemarin. (MUHAMAD IQBAL/JATEKS)

TANJUNGSARI- Sejumlah siswa-siswi SMAN Tanjungsari mempertanyakan terkait keterbukaan biaya isuran pendidikan (dana sumbangan pendidikan). Pasalnya, sejak awal masuk sampai kegiatan belajar berjalan, belum ada sosialisasi terkait dana sumbangan pendidikan itu.

Bahkan, menurut informasi yang dihimpun, sejumlah siswa melakukan mogok belajar pada Senin (19/10) lalu. Karena pihak sekolah tidak kunjung memberikan jawaban terkait pungutan itu.
“Sebelumnya kami sudah kompak akan melakukan aksi tersebut. Tujuan kami ingin kejelasan dan keterbukaan dari pihak sekolah. Namun, belum ada jawaban juga,” ujar salah seorang siswi yang enggan disebutkan namanya kepada Jateks, Rabu (21/10).

Siswi lainnya yang sama-sama enggan disebutkan namanya mengaku alasan dirinya mengikuti aksi tersebut karena merasa keberatan harus membayar uang sebesar Rp1.320.000 tanpa ada kejelasan tentang peruntukannya. “Tentunya keberatan,” akunya.

Sementara itu, guna mendapat keterangan yang seimbang dari pihak sekolah, Jateks mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah dengan dibantu pihak keamanan (Satpam, red) yang mengantar. Namun sayang, pihak sekolah yang berwenang tidak bisa ditemui.

“Untuk menanyakan masalah ini harus ke Wakasek Humas Ibu Ratna. Namun Ibu Ratnanya sedang sakit,” ujar Satpam.

Menanggapi permasalahan itu, Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Sumedang, Dadang Rohmawan, menekankan kepada setiap sekolah agar bertindak transparan dalam hal keuangan atau biaya yang dibebankan kepada setiap siswa-siswinya.

“Harus transparan setiap uang yang dipungut oleh sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah tersebut perlu dibina oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumedang. Ia menilai, tindakan siswa-siswi tersebut terbilang wajar karena berkaitan dengan masalah keuangan.

“Kepala sekolahnya perlu dibina. Wajar siswa demo menanyakan ketransparanan sekolah, itu bukti siswa kritis dan dinamis,” tambahnya. (iqi)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js