oleh

Siswa Ikuti Sosialisasi Nilai Kejuangan

KOTA – Ratusan siswa-siswi SMA sederajat di Kabupaten Sumedang, mengikuti kegiatan sosialisasi nilai-nilai kejuangan. Kegiatan itu, berlangsung Kamis (3/11) kemarin, di Aula Tampomas, Gedung Pusat Pemerintahan (GPP) Kabupaten Sumedang.

Kegiatan yang dilakukan satu hari itu, dimaksudkan sebagai bekal untuk membentengi diri terhadap pergeseran norma-norma masyarakat dan lingkungan, khususnya di sekolah, melalui pelestarian nilai-nilai kepahlawanan. “Seluruh generasi muda diharapkan dapat memahami nilai-nilai sejarah, dan meneladani nilai-nilai kepahlawanan, sehingga cita-cita pembangunan nasional dapat terwujud,” ujar Kabag Kesra H. Agus Suherman dalam laporannya.

Tujuan kegiatan sendiri, untuk memberikan pengetahuan dan wawasan tentang nilai-nilai kejuangan bagi para siswa dengan harapan dapat menyampaikan kepada rekan-rekannya di lingkungan masing-masing. “Kegiatan ini juga sebagai sarana sinergitas dan koordinasi antara perangkat daerah dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai kepahlawanan,” tuturnya.

Adapun narasumber sosialisasi terdiri atas Kamarul Bahri dari Biro Pengembangan Sosial Setda Provinsi Jawa Barat, yang menyampaikan materi “Kebijakan Pemerintah Provinsi dalam Menumbuhkembangkan Nilai-nilai Kepahlawawan”, Kabid Pendidikan Menengah pada Disdikbud Kabupaten Sumedang, Dian Sukmara dengan materi “Nilai-nilai Kejuangan Bebasis Kearifan Lokal Kabupaten Sumedang dalam Perspektif Pendidikan”, jurnalis Deddi Rustandi dengan materi “Jejak Pemimpin Sumedang”, dan Pengurus Museum Prabu Geusan Ulun R Moch. Achmad Wiriaatmadja dengan materi “Sejarah Sumedang”.

Bupati H. Eka Setiawan, ketika membuka acara mengajak semuanya untuk bersama-sama mensyukuri nikmat kemerdekaan hasil perjuangan para pahlawan. “Kemerdekaan yang kita dapatkan hakikatnya merupakan anugerah Allah SWT, dan syariatnya hasil perjuangan para pendahulu kita. Oleh karena itu, wajib kita syukuri,” ujarnya.

Nilai-nilai kejuagan tersebut, lanjut bupati, harus terus dilestarikan dan dipertahankan khususnya di kalangan generasi muda penerus bangsa. “Pembangunan bangsa sangat bergantung kepada generasi mudanya yang akan menjadi para pemimpin di masa datang. Oleh karena itu, semangat juang dan kepahlawanan tersebut harus bisa difahami dan diteladani oleh mereka,” ucapnya.

Bupati menekankan, bahwa kebanggaan dan semangat tinggi sebagai modal dasar pembangunan akan tercipta tatkala generasi muda mengetahui dan memahami sejarah para pendahulunya. “Mudah-mudahan semua peserta bisa mengikuti dengan baik, dan pulang dengan suatu pemahaman bahwa daerah dan negara yang dicintainya memiliki sejarah yang luar biasa, pahlawan yang luar biasa, sehingga bersemangat dalam melanjutkan cita-cita bangsa ke depan,” tukasnya. (her/rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed