Sumedang Ekspres

Bacaan Utama Warga Sumedang

BAHAS: Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir saat melakukan teleconference membahas tentang menghadapi New normal yang akan dijalankan di Sumedang. ASEP NURDIN/SUMEKS

SKPD Harus Siap, Bupati: New Normal Jangan Jadi Abnormal

“Saya meminta semua SKPD sudah siap, kita akan melakukan cek terakhir persiapan pada Jumat sore. Pemberlakuan New Normal, jangan sampai menjadi Abnormal,” katanya.

SUMEDANGEKSPRES.COM – Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir, mewanti-wanti seluruh jajarannya dalam menghadapi New normal. Semua lini, harus sudah siap dan jangan dianggap main-main.

“Saya meminta semua SKPD sudah siap, kita akan melakukan cek terakhir persiapan pada Jumat sore. Pemberlakuan New Normal, jangan sampai menjadi Abnormal,” katanya kepada Sumeks di  Gedung Negara, Rabu (27/5).

New Normal, kata bupati, bukan berarti kembali melakukan kegiatan sebagai mana layaknya seperti sedia kala. Melainkan masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Ini bukan relaksasi atau pelonggaran. Kita beradaptasi melakukan pola hidup yang berjalan dalam tatanan kehidupan baru,” ujarnya.

Kita, lanjut Dony, harus produktif  namun tetap aman dalam beraktivitas dengan melakukan beberapa persyaratan dan protocol Kesehatan.

“Kami meminta seluruh jajaran, untuk segera membuat SOP (Standar Operasional Prosedur) di setiap unit kegiatan yang ada,” katanya.

Selanjutnya akan dilakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat, sehingga dapat mengerti, memahami dan menjalankannya dengan baik.

Di tempat sama,  Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan, meminta seluruh kepala SKPD untuk melakukan persiapan dengan matang, agar jangan sampai terjadi penanganan setelah terjadi masalah.

“Saya minta, protokol kesehatan di setiap lokasi dipastikan sudah siap sebelum diberlakukannya New Nromal. Jangan sampai kita kebobolan dengan diberlakukannya New Nromal,” kata Erwan.

Bahkan terkait dengan rencana-rencana strategis pemulihan ekonomi, wabup sampai detail melakukan pengecekan untuk langkah persiapannya.

“Beberapa hal yang menjadi langkah strategis dalam rangka pemulihan ekonomi pada masa New Normal, setelah pemberlakukan PSBB berakhir,” tuturnya.

Melalui dinas-dinas terkait, pihaknya akan melakukan berbagai upaya pemberdayaan ekonomi. Baik pertanian, UMKM, perdagangan, produksi dan industri pariwisata, termasuk pembangunan fisik yang melibatkan masyarakat dengan cara padat karya. (nur)