SLB ABC Muhammadiyah Kepercayaan Orangtua

SLB ABC Muhammadiyah Kepercayaan Orangtua

KEGIATAN PRAMUKA: Siswa SLB ABC Muhammdiyah sedang mengikuti pembiasaan kepramukaan dari gurunya, Sabtu (9/2).(IIS SULATRI/SUMEKS)

PEWARTA: IIS SULASTRI/SUMEKS

KOTA – Sekolah Luar Biasa (SLB) ABC Muhammadiyah, merupakan SLB cukup tua di Kabupaten Sumedang yang dirintis pada Tahun 1990 dan mendapat izin operasional pada Tahun 1992. Hingga saat ini, masyarakat Sumedang masih mempercayakan anaknya yang berkebutuhan khusus untuk bersekolah di SLB ABC Muhammadiyah.

Hal ini, terbukti dengan sekolah yang masih menerima jumlah siswa berkebutuhan khusus terbanyak di Kabupaten Sumedang. Adapun jumlah siswa SLB ABC Muhammadiyah yang tercatat di Dapodik, sekitar 82 orang.

“Sekolah SLB dengan siswa terbanyak di Kabupaten Sumedang dan kami tidak pernah mempromosikan sekolah pada saat PPDB. Pada dasarnya promosi itu kita limpahkan dengan prinsip memberikan pelayan terbaik pada anak, hingga masyarakatlah yang menilai sendiri sekolah ini,” ujar Kepala SLB ABC Muhammadiyah Sumedang, Diman ketika diwawancarai Sumeks di ruangannya, Sabtu (9/2).

SLB yang menerima siswa dengan berbagai jenis berkebutuhan khusus itu dimulai dari gangguan mental, tuna grahita, tuna runggu, tuna netra dan autis ini, memiliki mata pelajaran yang berbeda dengan SLB lain.

“Sebenarnya sama saja dengan sekolah SLB lainnya, hanya mungkin di sini ada mata pelajaran Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab sebagai muatan lokal. Mata pelajaran Kemuhammadiyahan itu seperti mengenalkan apa itu Muhammadiyah,” ujar Diman.

Namun, Diman mengutarakan, banyaknya siswa yang bersekolah di SLB ABC Muhammadiyah, masih berbenturan dengan keterbatasan ruangan yang menjadi problematik. “Kita masih kekurangan ruangan, untuk itu dalam satu ruangan bisa terdapat beberapa rombel. Namun sampai saat ini, pembelajaran tidak begitu terganggu walaupun satu ruangan terdapat beberapa rombel, karena sistem pembelajarannya kan individual bukan klasikal, sehingga 1 guru bisa mengajar 5-7 siswa,” jelasnya.

Diungkapkan Diman, problematik ruangan di SLB ABC Muhammadiyah, memiliki alasan yang mendasar, yaitu berbatasan dengan biaya dan lahan. “Satu ruangan bisa menampung 2-3 rombel. Adapun problematik ruangan ini terbentur dengan keterbatasan pembangunan, karena luas wilayah serta keterbatasan dana,” ungkapnya.

Walaupun demikian, permasalahan ruangan tidak membatasi prestasi siswa atau pun guru SLB ABC Muhammadiyah untuk meraih prestasi. “Kita selalu mengikuti perlombaan di tingkat kabupaten sampai provinsi. Satu tahun itu bisa enam kejuaraan sampai sempat siswa itu meraih juara di tingkat kabupaten dan mencapai 10 besar di tingkat provinsi. Prestasi itu sempat diraih dalam kejuaraan keterampilan membatik dan hantaran,” sebutnya.

Diman, berkeinginan agar SLB ABC Muhammadiyah lebih baik dari yang sudah-sudah. “Mudah-mudahan setiap tahun sekolah ini lebih baik lagi. Untuk itu saya mengajak pada guru-guru dari awal pelantikan itu urang tembongkeun pangabisa lain pangaboga (kita tunjukan kebisaan bukan kekayaan),” tuturnya. (cr1)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.