oleh

SMK Miliki Motto Bekerja, Melanjutkan dan Wirausaha (BMW)

Kepala SMKN 1 Sumedang Sanggah Isu Lulusan Sulit Cari Kerja

Kepala SMKN 1 Sumedang Dra Lolly R Roliawati MMPd, menyanggah adanya isu bahwa lulusan SMK silit kerja. Menurutnya siswa SMK dididik dan dicetak untuk siap memasuki dunia kerja, setelah lulus menyenyam bangku pendidikan. Berikut penuturannya

BELUM lama ini, beredar isu bahwa lulusan SMK sulit mencari kerja. Namun nampaknya, hal ini menuai banyak sanggahan.
Salah satunya datang dari Kepala SMKN 1 Sumedang Dra Lolly R Roliawati MMPd. Dia menyanggah beredarnya isu yang menyebutkan lulusan SMK sulit untuk mencari lapangan pekerjaan.

Menurutnya, siswa SMK dididik dan dicetak untuk siap memasuki dunia kerja setelah lulus menyenyam bangku pendidikan.

“Jika ada yang mengatakan lulusan SMK banyak yang menganggur, saya kira itu tidak mungkin. Karena SMK memiliki tugas berat dari pemerintah, sebagai pencetak lulusan yang harus siap bekerja,” katanya menuturkan kepada Sumeks di ruang kerjanya, Senin (19/3).

Bahkan, lanjut Lolly, masyarakat pun sudah memahami dengan menyekolahkan anaknya ke SMK. Orang tua siswa berharap agar anaknya kelak dapat langsung memasuki dunia kerja setelah lulus nanti.

“Karena itu, selama tiga tahun bersekolah di SMK, mereka (siswa) dibekali dengan ilmu dan keterampilan yang sesuai dengan bidangnya masing-masing,” tuturnya.

Sebagai bukti bahwa siswa memiliki kompetensi, pada setiap tahun di setiap jurusan, selalu diselenggarakan berbagai kompetisi keterampilan.

“Misalnya lomba LKS yang diadakan jurusan otomasi industri tingkat provinsi, bahkan nasional,” sebutnya.

Begitu pun yang dilakukan dengan jurusan-jurusan lainnya. Selain keterampilan, kata dia, siswa pun dididik untuk bersikap disiplin, kerja keras dan ulet. Bahkan jurusan karawitan, lulusannya siap memasuki industri permusikan nasional.

Disebutkan Lolly, setiap tahunya sejumlah perusahaan otomotif dunia, melakukan penjaringan terhadap siswa-siswa SMK.

“Tahun ini saja, 120 anak kelas XII sudah dijaring untuk diberangkatkan ke Jepang. Padahal mereka (siswa) sekolahnya belum keluar,” tuturnya.

Begitupun dengan lulusan-lususan terdahulu, setiap akhir tahun pembelajaran, selalu diincar perusahaan-perusahaan otomitif dunia.

Lolly menambahkan, 50 persen lulusan SMK 1 Sumedang, telah bekerja di berbagai industri sesuai dengan jurusannya. 20 persen melanjutkan ke perguruan tinggi dan 30 persen lainnya diperkirakan berwirausaha, namun sejauh ini belum terdeteksi pihak sekolah.

“Karena semua itu didapat dari laporan setiap alumni,” katanya.
Yang jelas, lanjut Lolly, SMK memiliki motto BMW. Bekerja, Melanjutkan dan Wirausaha.

Hal senada diungkapkan Kasubag TU SMKN 2 Sumedang Dra Cucu Kurniati. Lulusan SMK, kecil kemungkinan untuk menganggur. Karena selama bersekolah, siswa senantiasa dijejali dengan keterampilan yang akan menjadi bekal hidup setelah lulus sekolah.

“Tidak mungkin ada istilah menganggur,” tuturnya.
Terpisah, Kasi Statistik Sosial Badan Puast Statistik (BPS) Kabupaten Sumedang Dwi Astuti MP menyebutkan, pencari kerja lulusan SMK Tahun 2017, sebanyak 20,82 peresen.

“Data tersebut kita ambil dari survey angkatan kerja nasional (Sakernas) Tahun 2017,” ucapnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed