SMKN Situraja Melaju ke Tingkat Provinsi

SMKN Situraja Melaju ke Tingkat Provinsi

BANTUAN: Bupati Eka Setiawan secara simbolis memberikan bantuan kepada SMKN Situraja yang akan lomba di tingkat Jawa Barat.(Heri purnama/sumeks)

PEWARTA: Heri purnama

SITURAJA – Dalam rangka perisapan Lomba Sekolah Sehat tingkat provinsi, Bupati Sumedang Eka Setiawan, mengunjungi SMKN Situraja, Senin (17/10). Selain memberikan pembekalan sebagai bentuk dukungan Pemda Sumedang, bupati juga menyerahkan bantuan berupa sejumlah uang tunai kepada SMKN Situraja yang mewakili Sumedang dalam Lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi Jawa Barat 2016.

SMKN Situraja sendiri, didaulat menjadi wakil Sumedang satu-satunya dalam ajang bergengsi tersebut. Sementara penilaian akan dilakukan pada 27 Oktober mendatang.

Dalam kesempatan itu, bupati mengaku optimis SMKN Situraja bisa meraih peringkat pertama. Bupati menilai, sekolah tersebut memang layak mewakili Sumedang sebagai sekolah sehat. Hal itu melihat segala aspek termasuk sarana pendukung untuk menjadi sekolah sehat.

“Terlihat sudah cukup lengkap, ada tempat sampah organik dan non organik, wastafel juga ada. Mudah-mudahan juara sampai tingkat nasional,” ujar Eka.

Meski begitu, bupati juga mengajak seluruh warga sekolah untuk tetap menjaga kebersihannya, untuk menjadi juara. Lebih jauhnya dia berharap, prestasi tersebut dapat menular kepada masyarakat Sumedang.

“Sekolah ini sudah sangat layak. Mungkin tinggal ditambah pengering tangan,” katanya.

Di tempat sama, Kepala SMKN Situraja, Dra. Elis Herawati, M.Pd, menjelaskan, perisapan untuk mengikuti lomba sudah 80 persen. Namun Elis menyebutkan, pihaknya akan siap 100 persen pada saat penilaian.

Elis mangatakan, adanya dukungan dari Pemda Sumedang, harus benar-benar dimaksimalkan pihak sekolah.

“Dukungan dari pemda membuat kita lebih termotivasi,” ujar Elis.

Selain dukungan dari pemda, adapun upaya persiapan yang dilakukan untuk lomba adalah menanamkan kepada seluruh warga sekolah untuk bisa hidup sehat dan bersih terlebih dulu. Selain itu, juga memberikan pengarahan kepada para siswa untuk membuang sampah pada tempat sampah yang sudah ditentukan.

“Sampah organik harus dibuang ditempat sampah organik, sampah anorganik yang dibuang ke tempat sampah anorganik, jadi agar lebih mudah didaur ulang. Dan alhamdulilah para siswa sudah semakin sadar hal itu,” katanya.

Upaya lainnya, kata Elis, dengan menyiapkan wastafel di setiap depan kelas dan ruangan guru. Selain itu, toilet untuk siswa laki-laki dan perempuan serta toilet guru juga dipisahkan.

“Kita juga menanam tanaman hias, sayuran dan tanaman obat di depan kelas. Kebetulan itu juga ada mata pelajarannya,” tukasnya.(eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.