SMR Daftar TKW di Cianjur

Peliput/Editor: RELEAS/IMAN SUMEKS

SMR Daftar TKW di Cianjur

DIMAKAMKAN: Jenazah SRM alias Entin, akhirnya dimakamkan pihak rumah sakit King Abdul Azis setelah mendapat persetujuan dari ahli waris korban. (IST)

Jenazah Dimakamkan di Jedah Arab Saudi

JATINANGOR – Sivayolanda Maman Rukma (SMR) TKW asal Cisempur Jatinangor yang meninggal di Arab Saudi dan sempat jenazahnya tidak bisa dimakamkan, ternyata mendaftar TKW dari penyalur tenaga kerja Imigran di Cianjur. Sehingga, korban tidak terdata di Dinaskertrans Kabupaten Sumedang.

Hal ini, dibenarkan Pjs Kepala Desa Cisempur Ade Rahmat SE yang didampingi anak korban, Yulianti. SMR, mulai bekerja menjadi TKW sejak 2005, dan sempat pulang ke Jatinangor pada 2008. Namun berangkat lagi Tahun 2010 dan sampai meninggalnya korban akibat penyakit komplikasi, korban tidak pulang lagi ke Indonesia.

“Ceritanya panjang, korban tidak memiliki dokumen di Sumedang, bahkan diduga korban membuat dokumen beralamat di Cianjur,” katanya, kepada Sumeks (26/11).

Terpisah, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) menyatakan, WNI asal Sumedang ini dinyatakan meninggal di Rumah Sakit Umum King Abdulaziz Jeddah pada 7 Agustus 2018. Tetapi, saat itu jasadnya masih disimpan di kamar jenazah, menunggu surat persetujuan dari keluarga atau ahli warisnya.

Pihak rumah sakit menyatakan, SMR masuk Rumah Sakit King Abdulaziz Jeddah dan dirawat sejak 16 Mei 2018. Dia menderita sakit komplikasi. Dokter dan perawat yang menangani SMR menuturkan, semenjak dirawat di rumah sakit, almarhumah kelahiran 1970 tersebut, mengalami penurunan berat badan secara drastis.

“Berdasarkan keterangan rumah sakit, almarhumah datang ke rumah sakit sendirian tanpa ada pendamping. Dia juga tidak memiliki dokumen atau identitas apapun,” terang Safaat Ghofur, Pelaksana Fungsi Konsuler (PFK)-1 yang merangkap sebagai Koordinator Pelayanan dan Pelindungan Warga KJRI, kemarin.

Tim KJRI sendiri, telah beberapa kali mendatangi rumah sakit untuk berkoordinasi terkait penanganan jenazah. KJRI memperoleh izin pengurusan pemakaman jenazah pada tanggal 20 September 2018, akan tetapi pemakaman tidak bisa segera dilakukan mengingat pihak keluarga yang sampai saat ini tidak kunjung ditemukan.

KJRI, pun telah melakukan perekaman biometrik dan penerbitan SPLP bagi SMR dan berkoordinasi dengan kepolisian Al Janubiyah Jeddah. KJRI juga, telah tiga kali dihubungi pihak kepolisian dan rumah sakit dan didesak agar segera membereskan pemakaman jenazah. Selain itu, notifikasi dari Kementerian Luar Negeri Provinsi Mekkah perihal tindak lanjut pengurusan jenazah SMR telah diterima KJRI.

Seperti diberitakan sebelumnya, SMR alias Entin meninggalkan lima orang anak kandungnya yakni, Yayan, 28, Yulianti, 23, Yudha, 22, Risma, 20, dan Gabhi, 18.

Sementara itu Yulianti anak kedua korban mengatakan, ibunya menjadi TKW di Arab Saudi sejak Tahun 2005 lalu. “Ibu sempat pulang pada Tahun 2008 lalu dan kembali lagi ke Arab Saudi pada pertengahan 2010. Setelah itu tidak pernah pulang. Empat bulan lalu, saya menerima telepon dari mamah, kalau beliau sedang dirawat di rumah sakit,” katanya.

Tak lama kemudian, terangnya, pihak keluarga mendapatkan telepon dari rekan korban, TKW asal Karawang yang memberitahukan bahwa korban telah meninggal dunia di rumah sakit. “Setelah berempug bersama keluarga, kami bersepakat menulis surat kuasa dan mengizinkan ibu saya dimakamkan di Arab Saudi,” katanya.

Sementara itu Panit I Intelkam Polsek Jatinangor, Ipda Ucu Abdurrahman mengatakan, pada Senin (26/11) sekira pukul 13.00, telah datang perwakilan dari BP3TKI Bandung  yang diwakili Fatsal didampingi Kasi Penempatan Tenaga kerja, Disnaker Sumedang Hj Empung Purwasih SH dan diterima Yulianti (anak ke-2 korban) dan didampingi keluarga serta ketua RT.

“Pertemuan tersebut di antaranya silaturahmi kepada keluarga almarhumah Sivayolanda (Entin) dan menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas nama BP3TKI dan Dinas Tenaga kerja Kabupaten Sumedang,” katanya.

Pihak BP3TKI, lanjut Ipda Ucu, menyampaikan penjelasan prosesi pemakakan yang telah dilaksanakan pada Minggu (25/11) Bada Ashar di pemakaman Jedah, Arab Saudi. “Pihak BP3TKI memberikan bantuan kepada keluarga dan menjelaskan sulitnya membawa korban ke Indonesia terkendala Dokumen PMI (Pekerja Migran Indinesia),” tandasnya. (imn/rls)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.