Sonia Berang, Tudingan Paksaan Adalah Fitnah

Peliput/Editor: ENGKOS KOSWARA/SUMEKS

Sonia Berang, Tudingan Paksaan Adalah Fitnah

DITEMUI: Calon wakil bupati Sumedang dari jalur perseorangan Sonia Sugian SH saat ditemui.

CIMANGGUNG – Pertemuan silaturahmi 17 DPAC Partai Demokrat di rumah calon wakil bupati Sumedang dari jalur perseorangan Sonia Sugian SH ternyata berbuntut panjang.

Sonia merasa dituding memaksa para DPAC Demokrat itu untuk melakukan silaturahmi dengan dirinya beberapa waktu lalu di rumahnya, Dusun Cikandang Indah (CKI) Desa Cikahuripan Kecamatan Cimanggung. Padahal, pertemuan itu dilakukan atas dorongan para DPAC itu sendiri.

“Klarifikasi yang disampaikan PLT Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumedang saudara Otong Dartum di media masa itu tidak benar. Dia sudah menyatakan adanya unsur paksaan terhadap para DPAC yang memberikan dukungan kepada saya pada pertemuan silaturami itu,” tegas Sonia kepada Sumeks, kemarin.

Meskipun begitu, Sonia meminta penjelasan kalau tudingan pemaksaan itu kepada siapa. “Tudingan pemaksaan itu seolah ditujukan kepada saya karena memang pertemuan dengan para DPAC Demokrat itu dilakukan di tempat kami,” ucapnya.

Jika benar, kata Sonia tudingan itu ditujukan kepada dirinya, tentunya itu adalah kesalahan besar yang dilakukan saudara Otong Dartum karena sudah terjadi fitnah.

“Saya minta saudara Otong Dartum menyampaikan permohonan maaf di media atas statemen yang menyatakan pertemuan DPAC itu seolah ada paksaan. Dan, itu fitnah,”’tegasnya.

Kata Sonia, justru dirinya balik bertanya dengan adanya pernyataan dukungan dari 17 DPAC Demokrat kepada dirinya, seharusnya DPC Partai Demokrat melakukan evaluasi dan introspeksi.

“Kenapa sampai ada kader dan struktural Demokrat di bawah sampai ada yang memberikan dukungan kepada saya. Padahal, saya bukan orang yang direkomendasi oleh DPP Demokrat untuk pencalonan pada pilkada Sumedang,” tegasnya lagi.

Pihaknya menegaskan kembali, kalau dirinya sama sekali tidak pernah melakukan pemaksaan. “Jika memang ada yang ingin bersilaturahmi dengan saya, kenapa harus ditolak jika ada niat baik dari mereka. Siapapun itu,” paparnya.

Sebagai kader Partai Demokrat, kata Sonia legalitasnya bisa dibuktikan. Karena, sampai saat ini mereka masih memiliki KTA yang sah. Jika memiliki kedekatan dengan ketua DPAC yang memiliki jaringan kuat kebawah apakah itu salah.

“Kalau mereka ingin memberikan dukungan kepada saya kenapa harus ditolak. Saya juga memiliki hak politik untuk maju dari mana meskipun maju bukan dari Partai Demokrat,” tuturnya.

Tentunya jika kader dan pengurus dipecat seperti yang diungkapkan Otong Dartum, nantinya siapa yang akan mendukung Demokrat jika main pecat begitu saja.

“Justru saya balik bertanya apakah saudara Otong Dartum selaku PLT DPC Demokrat Sumedang memiliki hak untuk memecat DPAC…?,”tanyanya.

Jika ingin melihat DPAC yang legal bisa dilihat dari AD/ART Partai Demokrat tahun 2014.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumedang Otong Dartum membantah adanya sekitar 17 DPAC Demokrat yang mendukung Sonia Sugian di Pilkada Sumedang 2018 mendatang.

Otong mengatakan, dirinya telah melakukan klarifikasi terhadap sejumlah ketua DPAC terkait dukungan terhadap Sonia. Bahkan, Otong menyebutkan, adanya unsur paksaan dalam memberikan dukungan terhadap Sonia Sugian yang berpasangan dengan Setya Widodo.

“Saya sudah klarifikasi, mungkin hanya satu dua. Dan, ketika diklarifikasi katanya itu dipaksa. Yang pasti itu bukan 17 DPAC, mungkin hanya satu dua. Yang lainnya itu adalah mantan ketua DPAC,” katanya ketika dihubungi Sumeks, Senin (18/12).

Otong menegaskan, mayoritas yang mengatakan mendukung Sonia Sugian tersebut sudah tidak masuk kedalam kepengurusan DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumedang lagi.

“Kemarin pada masa Musancab, mereka kan secara demokrasi kalah dan secara otomatis tidak terpilih lagi,” ujar Otong.

Melihat kondisi tersebut, DPC Partai Demokrat akan segera mengambil langkah untuk memberikan sanksi administrasi, bahkan hingga sampai pemecatan.

“Kalau ada kader yang tidak patsun terhadap DPP, ya nanti mereka akan mendapatkan sanksi hingga diberhentikan. Lalu nantinya partai akan menunjuk pelaksana tugas (PLt),” tegasnya. (kos/bay)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.